Biaya Parkir BNPB Dipertanyakan

Biaya Parkir BNPB Dipertanyakan
Tempat parkir kendaraan di Kompleks Perkantoran Pemkab OI lama di Jalintim Inderalaya. Foto din/Palembang Pos
Posted by:

INDRALAYA – Anggaran parkir 4 unit kendaraan dinas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  berupa mobil tanki air, angkut logistik dan double garden, dipertanyakan. Apalagi biaya anggaran  parkir itu, mencapai  Rp 35 juta selama tahun lalu.

Padahal kendaraan tersebut tak pernah dipungut biaya apapun. Lantaran hanya diletakan di Komplek Perkantoran Pemkab OI lama Jalintim Inderalaya KM 35.

Tak hanya itu, informasi yang dihimpun dalam rencana kerja anggaran (RKA) juga disebutkan biaya sewa gudang dengan nilai kisaran diatas Rp35 jutaan. Padahal diduga gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai perahu karet, tenda, bantuan logistik dan peralatan bantuan lainnya diletakkan di gedung perkatoran lama, yang juga tak dipungut biaya

Pantauan dilapangan, tempat parkiran kendaraan dinas bertuliskan BNPB berwarna orange merupakan bantuan pusat dibuat berukuran 4×4 meter menggunakan 6 batang kayu beratapkan seng, paku dan sedikit papan. Lantaran muat hanya untuk satu kendaraan, maka kendaraan lainnya terparkir sembarangan.

“Diduga BPBD OI mengakali biaya parkir Rp 35 juta. Padahal kita tahu, tidak bayar biaya apapun untuk parkir. Kalaupun bayar, kita minta petunjuknya mana kwitansi pembayaran masuk ke areal pendapatan mana,’’ujar Wir, warga Inderalaya, kemarin.
Menurut anggota LSM ini,  untuk gudang tempat penyimpanan barang itu tidak dipungut biaya alias  gratis yang berlokasi di  eks kantor di areal pemkab lama. “Memang pernah sewa gudang berupa ruko tapi saya tak tahu berapa. Itu juga paling kurang dari setahun. Kalau ibarat  jualan,  instansi ini sudah banyak untungnya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI, Syakroni mengatakan tak ada biaya sewa parkir untuk kendaraan dinasnya.
Namun ia mengakui, sudah membuat tempat parkir dari kayu beratapkan seng hanya muat untuk satu unit kendaraan saja.
“Tahun ini, kita ajukan anggaran ke Mendagri minta bantuan untuk membuat parkir permanen dengan ukuran lebih luas agar lebih aman dan nyaman,’’ujarnya.
Kalau biaya parkir 2015 tak ada. Sementara sewa gudang memang benar pernah menyewa ruko dengan biaya Rp 35 jutaan. ‘’Tapi sekarang, tak pakai ruko lagi karena peralatan sudah kita pindah ke kantor Pemkab lama,”ujarnya. (din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses