Bikin SIM Ribet, Pengendara Ngeluh

Bikin SIM Ribet, Pengendara Ngeluh
Salah satu pengendara motor saat mengikuti ujian praktek sebagai syarat mendapatkan SIM di Mapolres Banyuasin, kemarin (23/11). Foto Heri Palembang Pos
Posted by:

Terkait Pelayanan Izin Kesehatan

BANYUASIN – Proses pembuatan  Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Banyuasin menjadi keluhan, Lantaran administrasi ribet dan berbelit – belit, Akibatnya banyak warga sulit mendapatkan SIM.

Sardi (25) warga Kelurahan Maryana Kecamatan Banyuasin I mengaku sudah tiga kali bolak balik selama tiga hari untuk mengikuti tes sebagai syarat pembuatan SIM. “Hari pertama, saya hanya bisa mengambil surat izin kesehatan saja, bahkan pelayanan disana lamban sehingga antrian panjang,: ujarnya.

Setelah lanjut Sardi, untuk mengambil surat izin kesehatan, dirnya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 25 ribu. ?Itu pun saya tidak dites cuma ngasih uang saja ke pegawai kesehatan di sana,” Jelasnya.

Kalau dihitung secara materi jelas dia menderita kerugian yang sangat besar. Karena jarak tempuh Pangkalan Balai – Maryana Banyuasin I cukup jauh. Bahkan dia harus meninggalkan pekerjaan hanya untuk mendapatkan SIM.

Dia berharap ada kenbijakan dari satuan pelayanan administrasi SIM (Satpas), agar mempermudah untuk memperoleh SIM. “Kalau bisa ya ada kebijakan lah, sehingga kami yang ingin memiliki SIM tidak dipersulit, karena kami ingin patuh terhadap peraturan berlalu lintas,” kata dia.

Keluhan serupa disampaikan Karolin, warga Kecamatan Tanjung Lago. Dia berharap pelayanan SIM tidak hanya di Polres saja, ada upaya sistem jemput bola seperti yang dilakukan Polresta Palembang sebelumnya.

“ Aneh juga mas, kok perpanjangan SIM saja harus dites lagi. Kan waktu saya bikin SIM dulunya dilakukan tes dan terbukti saya lolos mendapatkan SIM, kok sekarang saya di tes lagi,” jelasnya.

Buka saja administrasi SIM yang lama pasti muncul nama yang sudah memiliki SIM, artianya kan ini bisa efisien tidak butuh waktu lama untuk di uji lagi.  “Dengan demikian saya harus meninggalkan pekerjaan saya demi mematuhi aturan untuk mendapatkan SIM. Namun aturannya semakin sulit sekarang, kalau saya lebih memilih lebih baik tidak punya SIM dari pada harus meninggalkan pekerjaan saya,” keluh dia.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Asep Supriadi SH mengatakan, selama ini proses pembuatan SIM sudah sesuai standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada, bahkan pihaknya juga memberikan tahapan bagi pemohon SIM.

“Kebanyakan, para pemohon SIM baru, gagal di ujian praktik, kami juga memberikan kesempatan bagi pemohon untuk mengikuti ujian kembali setelah sepekan. Jadi kalau tidak lulus pemohon mesti mengulang lagi,’ kata dia.

Asep menegaskan apa yang dilakukan oleh Polres Banyuasin bukan mempersulit, namun, memperketat agar ketika pemohon memiliki SIM itu mereka benar-benar menguasai kendaraan yang dikemudikannya.

“Prosedurnya begitu, ya harus kita jalankan. Kalau kami tidak menjalankan prosedur yang ada pastinya kalau terjadi apa-apa terhadap pemengang SIM jelas kami yang akan disalahkan. Jadi kami harap ikutilah aturan yang ada demi keselamatan bersama,” pungkas dia. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses