Bila Panas Berdebu, Hujan Berlumpur

Bila Panas Berdebu, Hujan Berlumpur
Posted by:

*Jalan Licin Karena Aktivitas
Penumpukan Tambang Galian C

EMPAT LAWANG – Sejumlah pengendara yang melintasi Jalan Lingkar Kota Tebing Tinggi, Jembatan Musi 2-Simpang Sekip mengeluhkan aktivitas penumpukan hasil tambang golongan C di sekitaran jalan tersebut.
Pasalnya, keluar masuknya kendaraan proyek pengangkut material menyebabkab jalan dipenuhi tanah, sehingga bila hujan jalan menjadi licin dan bila panas jalan berdebu.
Kondisi ini bisa membahayakan pengendara, karena hampir seluruh badan jalan tertimbun material serta tanah yang terbawa kendaraan, serta material yang berjatuhan dari atas kendaraan. Ketika disiram hujan badan jalan berlumpur dan licin yang bisa menyebabkan kendaraan, terutama kendaraan roda dua tergelincir.
Begitu juga saat panas, selain jalan menjadi licin karena matrerial yang berhamburan, kondisi sekitarnya juga berdebu, sehingga mengganggu pengelihatan pengendara.
Dari pantauan di lapangan, Minggu (11/2/18), kondisi jalan lingkar kota, di sekitaran tempat salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tambang golongan C, material berhamburan menutupi badan jalan hingga ratusan meter.
Hal ini dapat membahayakan pengendara yang melintas, karena jalan menjadi licin, serta berdebu. Di sisi lain, setelah disiram hujan, badan jalan penuh lumpur bercampur pasir yang terbawa kendaraan pengangkutan material yang keluar masuk ke lokasi penumpukan material.
Hal ini juga membahayakan pengendara, karena kendaraan bisa tergelincirm. Di sekitaran lokasi, tidak tampak adanya pemberitahuan ataupun pengumuman adanya keluar masuk kendaraan proyek, namun ada dua buah catur jalan yang dipasang, itupun sudah memasuki ataupun di sekitaran lokasi penumpukan material hasil tambang.
Sejumlah pengendara, terutama kendaraan tampak ekstra hati-hati melintasi jalan di sekitaran lokasi. Pengendara terpaksa memilah-milah jalan yang masih memungkinkan dilalui, itupun harus mengurangi kecepatan. Debu-debu yang bertaburan, juga cukup mengganggu, baik penglihatan ataupun pernapasan, sehingga tidak sedikit yang sembari menutup mulut dan hidung, sesekali menyeka mata membuang debu yang masuk ke mata.
Azril salah seorang pengendara yang kebetulan melintas mengaku, saat melintasi sekitaran terpaksa memperlambat laju kendaraan dan cukup hati-hati. Karena bila tidak, bisa membahayakan, menyebabkan kendaraan tergelincir.
“Jangankan kita yang mengendarai kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga bisa tergelincir bila tidak hati-hati. Ya, kondisi ini sangat membahayakan pengendara, meskinya mereka melakukan pembersihan, jangan sampai mengganggu pengendara,” ungkapnya.
Disesalkannya, jauh sebelum memasuki lokasi tidak dipasang pemberitahuan, sehingga bisa menyebabkan kendaraan yang tidak mengetahui terjebak. Apalagi jalan lingkar ini merupakan pengalihan jalan lintas negara, sehingga pengendara yang melintas, bukan hanya pengendara dari dalam daerah, melainkan pengendara dari luar kota.
“Jalan ini selalu ramai dilintasi pengendara, karena memang jalur lintas Sumatera dialihkan ke sini, agar tidak memasuki kawasan pasar yang sering terjadi kemacetan. Kalau pengendara dari luar kota tentunya tidak mengetahui, bila tidak dipasang pemberitahuan, apalagi kondisinya jalan bertikungan, yang bisa menyebabkan pengendara terjebak,” sesalnya.
Senada diungkapkan Santo, pengendara lainnya, semenjak dijadikannya lokasi penumpukan material tambang golongan C beberapa bulan terakhir ini, banyak pengendara yang mengeluh, apalagi tempat penumpukan hanya beberapa meter saja dari badan jalan. (cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses