BIN Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

BIN Gadungan Dituntut 3,5 Tahun
Terdakwa M Hatta saat mendengarkan tuntutan  jaksa, dalam sidang kasus kepemilikan Senpi, di PN Kayu Agung, Selasa (27/9). Foto: Muin Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG –  Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) Gadungan,  M Hatta (60), Dituntut 3,5 tahun Penjara, karena  warga pakjo, Kecamatan Ilir barat I, Palembang ini kedapatan menguasai senjata api (Senpi) Jenis FN dengan 4 butir Peluru aktif.

Tuntutan ini di sampaikan oleh Salahuddin SH,  jaksa Penuntut  umum dari Kajari OKI dalam sidang  di Pengadilan Negeri Kayuagung, Senin sore (26/9) dihadapan mejalis Hakim, yang diketuai Bambang Joko Winarno, RA asri Ningrum,  H Jeily Saputra  Kuasa Hukum terdakwa Yuniatri SH.

Dalam surat Tuntutan yang di bacakan JPU Solahudin, bahwa Terdakwa ditangkap jajaran Polsek Indrlaya utara pada hari tanggal 24 April 2016,pukul 22.00 WIB, setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdakwa menembakkan senjatanya ke udara.

Saat terdakwa mengendarai Mobil fortuner warna putih, langsung dihadang oleh jajaran Polsek indralaya Utara, saat digeledah dari dalam tas terdakwa ditemukan senpi jenis FN dengan 4 butir peluru. Saat dibawa kepolsek, terdakwa mengaku sebagai anggota BIN, dengan menunjukkan kartu BIN dan kartu izin kepemilikan Senjata api peluru tajam.

Saat polisi berkoordinasi dengan BIN wilayah OKI-OI, ternyata nama terdakwa tidak terdaftar sebagai anggota BIN, sehingga diyakini, bahwa kartu BIN terdakwa palsu. Terdakwa mengaku kalau senpi itu di dapat dari Tatang dan budino yang mengaku sebagai anggota BIN basis TNI di jakarta, dengan syarat menyerahkan uang Rp 50 juta.

saat pengembangan Polisi menangkap Tatang ternyata hanyalah pecatan TNI, sementara Budiono (DPO).”Perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 1 ayat 1 Undang – Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan, menyimpan, dan menguasai senpi illegal,” ungkapnya.
Atas perbuatan terdakwa, JPU meminta Majelis hakim dapat menjatuhkan pidana terhadap terdakwa.

“Terdakwa secara sah dan melawan hukum,  memiliki dan menguasai senjata api tanpa Izin, agar majelis dapat menjatuhkan Pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan,”katanya.

Atas tuntutan JPU tersebut, Terdakwa akan mengajukan pembelaan pada agenda persidangan pekan depan.”Saya akan mengajuk pembelaan pak hakim,” kata terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada hari. Senin  (3/10) mendatang, dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.Untuk diketahui bahwa terdakwa ditawari sebagai anggota BIN oleh Tatang yang mengaku anggota TNI berpangkat kolonel dan Budiono yang mengaku TNI berpangkat Mayjen di jakarta, tahun 2013.

Keduanya juga mengaku BIN dari basis TNI, kemudian terdakwa  dibekali kartu dan Senpi, dengan syarat uang Rp 50 juta.Satu bulan kemudian terdakwa melalui keponakanya  mentranfer uang yang diminta kedua pelaku, melalui bank BCA, sebesar Rp 50 juta. Kemudian terdakwa datang lagi ke jakarta menemui kedua pelaku, untuk mengambil kartu BIN dan Senpi dari kedua pelaku, baru diketahui jika kartu BIN tersebut palsu.(jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses