Bisakah Mengatasi kebocoran?

Bisakah Mengatasi kebocoran?
Posted by:

PALEMBANG – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang, Akhmad Najib bersama jajaran terkait melakukan penertiban terhadap parkir liar dan parkir resmi yang tidak menerapkan tarif parkir sesuai ketentuan.
Hal ini dilakukan (penertiban,Red) lantaran penarikan retribusi tarif parkir selama ini melebihi batas yang telah ditentukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 16/2011. Dimana tarif parkir untuk roda 2 atau motor Rp 1000 dan roda empat (mobil) Rp 2000.
Sedangkan di lapangan, cenderung penarikan dilakukan melebihi dari itu yakni motor ditarik Rp 2000 hingga Rp 3000 bahkan Rp 5000, sedangkan mobil Rp 3000 bahkan hingga Rp 10.000 persekali parkir. Dari sini timbul pertanyaan, apakah retribusi parkir yang melebihi ketentuan tersebut memang masuk dalam Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang.
Tentu harapannya dengan melakukan penertiban akan dapat mengatasi dan menekan kebocoran. Anggota DPRD Palembang dari Fraksi Golkar berharap penertiban yang dilakukan bener-benar dilakukan secara serius untuk membenahi persoalan parkir yang selama menjadi masalah.
“Bisakah itu (penertiban parkir,Red) mengatasi persoalan parkir termasuk kebocoran misalnya. Harapan kita penertiban akan berdampak positif untuk membenahi masalah parkir,” ujarnya.
Sementara Pjs Walikota Palembang, Akhmad Najib mengungkapkan, selama ini Pemerintah kota Palembang sudah banyak mendapatkan laporan terkait retribusi parkir yang tidak sesuai sehingga sangat meresahkan masyarakat.
“Banyak aduan dari masyarakat terkait tarif parkir yang cukup besar, bahkan hingga Rp 10 ribu. Ini tidak masuk akal, kita akan segera menertibkannya, jangan sampai ada lagi oknum-oknum nakal seperti ini,” tegasnya.
Dalam menertibkan parkir ini lanjut Najib, tidak bisa Pemerintah Kota Palembang bekerja sendiri. “Oleh karena itu perlu kerjasama yang baik dari semua instansi utamanya pihak kepolisian dan TNI untuk sama-sama menjaga menertibkan aturan ini, supaya masyarakat menjadi nyaman,” ujar Najib.
Ditambahkannya, sebagai tuan rumah Asian Games, saat ini Palembang menjadi salah satu magnet bagi para wisatawan untuk berkunjung.
“Malu kita dengan tamu-tamu yang datang ke Palembang kalau parkirnya seperti ini, menjelang Asian Games ini semua kita tertibkan, jaga citra Palembang, buat tamu kita nyaman berada di Palembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan menjelaskan, berdasarkan Perda Kota Palembang nomor 16 tahun 2011, tarif parkir roda empat sebesar Rp 2000 dan roda dua sebesar Rp 1000.
Untuk mengatasi parkir liar ini, Dishub memiliki empat langkah. Pertama, semua juru parkir tidak boleh meminta tarif parkir melebihi ketentuan yang ditetapkan. Kedua, memastikan juru parkir untuk menata kendaraan yang parkir dengan baik. Ketiga, memastikan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi parkir. Keempat, akan melakukan penindakan yang tegas terhadap juru parkir yang melanggar ketentuan, dan melakukan tindakan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan.
Untuk melakukan upaya tersebut, lanjut Kurniawan, pihaknya telah membentuk tim khusus. “Jumlah timnya ada 160 orang, terdiri dari 90 orang Dinas Perhubungan, 48 orang dari Pol PP, 16 orang dari kepolisian, 6 orang dari Denpom, dan 6 orang dari Kodim. Tim ini akan efektif bekerja mulai hari ini menyisir semua titik parkir di kota Palembang,” pungkas Kurniawan. (ika/rob)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses