Bocah SD Tewas Diseret Dump Truk

Bocah SD Tewas Diseret Dump Truk
Posted by:

PENDOPO – Sungguh tragis dialami Riana (7), bocah kelas I Sekolah Dasar (SD). Riana tewas seketika, setelah ditabrak dan terseret dump truk tanpa muatan, saat pulang sekolah, kemarin (08/9), pukul 10.30 WIB, di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Akibat kejadian itu, warga yang emosi, membuat dump truk Nopol BG 8764 UK warna biru, pengangkut batubara dari PT Energate Prima Indonesia (PT EPI) ini, tanpa dikomando langsung dibakar warga. Sementara sang sopir yang sebelumnya berhasil melarikan diri dari warga, belakangan diketahui bernama Candra (21), sudah diamankan anggota polisi.

Setelah menabrak korban, Candra melarikan diri dan minta diselamatkan dengan berlari ke rumah Kepala Desa (Kades), dan langsung diamankan ke Mapolsek Talang Ubi. Informasinya, kejadian berawal dari korban hendak pulang dari sekolah, dengan dijemput kakaknya menggunakan sepeda motor. Namun dalam perjalanan, sepeda motor berhenti di rumah  warga.

“Korban dibonceng kakaknya pakai motor, berhenti tepat di depan rumah aku. Kakaknya turun menuju rumah aku, korban menyeberang jalan. Dari belakang datang truk menabraknya, dan korban terseret sekitar 10 meter,” kata saksi mata Yusmaeni, warga setempat.
Dijelaskannya, korban meninggal di tempat, dengan kondisi mengalami luka serius pada bagian kepala. Namun oleh warga, korban tetap dibawa ke klinik setempat, setelah itu dibawa ke rumah duka. “Korban meninggal di tempat, namun untuk memastikannya, kami bawa ke klinik terdekat. Sekarang korban sudah di rumahnya untuk dimakamkan,” ujar Yusmaeni.

Saksi mata Dedi (35) mengatakan, sebelum nabrak korban, truk tersebut nabrak ayam warga. Kemungkinan menghindar saat melaju, sopir sudah terlihat ugal-ugalan, lalu menabrak korban. “Mobil itu ngebut hingga ada anak menyeberang, dan tidak bisa dielakan oleh pengemudi tersebut. Sebelumnyo truk itu nabrak ayam warga,” terang Dedi.

Sopir truk Candra setelah sempat mengaku kelengkapan kendaraannya hangus terbakar oleh warga, akhirnya mengaku bahwa SIM B1 diperolehnya itu, dibuatnya melalui seseorang dengan cara mengirim identitas dan foto dirinya. “SIM B1 aku itu baru buatnya Pak, melalui seseorang dengan mengirimkan KTP dan pas foto. Serta uang sebesar Rp ‎1,5 juta, tanpa harus aku datang ke  Lampung,” akunya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hal tersebut bukanlah dirinya seorang yang membuat, melainkan puluhan sopir-sopir muda pengangkut batubara yang ingin menjadi sopir juga membuat SIM BI itu. “Bukan aku saja Pak, banyak yang buat. Rata-rata yang SIM-nya dari Lampung buatnya pasti sama seperti saya Pak. Kalau keasliannya saya tidak tahu, cuma pakai saja,” ungkap Candra.

Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondais, melalui Kanit Reskrim Ipda Rusli SH, didampinggi Kanit Lantas Ipda Noerdin mengatakan, pihaknya saat ini telah mengamankan sang sopir yang merupakan warga Desa Air Cekdam, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, untuk menjalani pemeriksaan. “Sopir dump truk sudah kita amankan di Mapolsek. Untuk surat kendaraan dan kelengkapan sopir termasuk SIM, tidak kita temukan. Diakui sopir sudah hangus dibakar warga,” kata Victor.

Ditegaskan Victor, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan adanya laporan ini, dan akan melakukan razia untuk melihat keaslian dari SIM para sopir-sopir angkutan batubara ini. “Kita akan coba lakukan penyelidikan dengan adanya laporan dari masyarakat ini,” tegas Victor.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI H Darmadi Suhaimi SH, juga heran dengan pengakuan dari sopir tersebut, karena banyaknya sopir angkutan batubara memiliki SIM dari Lampung. Pihaknya meminta kepada petugas Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa keasliannya. “Pembuatan SIM dapat dilalui dengan aturan yang ada, tidak bisa hanya kirim identitas dan foto langsung jadi,” terangnya.

Ditambahkannya, dengan adanya pengakuan sang sopir yang membuat SIM secara instan ini, terindikasi adanya sindikat pembuatan SIM Palsu oleh orang tidak bertanggungjawab. “Polda Sumsel dan Lampung harusnya berkoordinasi, kemungkinan ini ada mafia atau sindikat pembuatan SIM palsu,” tegasnya. (day)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses