BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kepersertaan

BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Kepersertaan
Posted by:

PALEMBANG- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, terus meningkatkan kepesertaan aktif pada tahun ini. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan, agar memberikan jaminan sosial bagi pekerjanya.

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Sektor Usaha, M Aditya Warman mengungkapkan, perusahaan harus seharusnya memberikan jaminan pada pekerjanya dengan menjaga proses masa depan. “Jaminan itu adalah Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun,” katanya.

Untuk itu, lanjut Aditya, dengan diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan yang ada, para pekerja akan merasa tenang, semangat dan menjaga produktifitas bagi perusahaan.

“Jadi kita mengajak perusahaan di Palembang untuk bergabung (ikut BPJS Ketenagakerjaan), karena kalau terjadi kecelakaan kerja biasanya perusahaan baru mau mendaftarkan pekerjanya dan ini terlambat,” ujarnya.

Diakui Aditya, masih banyak perusahaan yang “bandel”.  Namun pihaknya, akan terus mengoptimalkan kepesertaan baru setiap tahun.

“Tapi kita tahun ini mencoba agresif, progresif roadnya lebih meningkat 2 kali lipat, karena momentumnya sangat ada dan terjaga. Dimana kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagian spirit produktifitas bagi perusahaan,” tegasnya.

Dilanjutkan Aditya, pihaknya tidak membedakan soal kewajiban bagi perusahan besar atau kecil, tapi yang paling penting semua perusahaan harus memenuhi hak dasar para pekerjanya.

“Kita juga apresia kebijakan yang diambil Gubernur Sumsel yang memperhatikan jaminan sosial para pekerja di Sumsel, dengan memberikan sanksi tegas jika tidak diikutkan. Bayangkan biaya kecelakaan itu besar, tapi jika dengan bayar Rp 16.800, maka biaya kecelakaan kerja bisa ditanggung,” ungkapnya.

Sementara Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Arief Budiarto mengatakan, tahun 2019 pihaknya menargetkan dapat mencapai target tersebut yakni mengcover 2,8 juta pekerja yang ada di wilayah Sumbagsel. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke perusahaan, serikat pekerja dan media.

“Karena potensinya tahun depan masih besar, untuk di penerima upah ada 1,3 juta pekerja, bukan penerima upah 1,3 juta pekerja dan jasa konstruksi 215.469 pekerja. Di bulan ini juga kita masih mengejar penambahan peserta,” kata dia.

Arief menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan penambahan peserta. Sejauh ini, pekerja penerima upah yang menjadi sasaran adalah pekerja di perkebunan, subcon migas, tambang batubara, non ASN dan perangkat desa, sedangkan untuk Bukan Penerima Upah, itu nelayan, petani dan home industry. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses