Belum Gajian Lima Bulan, Ratusan Guru Honorer Demo

Belum Gajian Lima Bulan,  Ratusan Guru Honorer Demo
Ratusan guru honorer SMA dan SMK Muratara berjalan kaki melakukan unjuk rasa menuntut lima bulan belum gajian
Posted by:

MURATARA – Terhitung sejak Januari SMA dan SMK diambil alih provinsi, namun pengalihan ke provinsi membawa kesejahteraan bagi para guru dan malah sebaliknya. Pasalnya sudah lima bulan guru honorer belum mendapatkan gaji atau hak mereka dan bahkan bukan hanya itu saja status para guru honorerpun tidak jelas. Menyikapi hal itu, membuat ratusan guru honorer turun kejalan dengan berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer menuju Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Muratara untuk meminta keadilan terhadap gaji dan nasib para guru honorer.

Unjuk rasa damai tersebut dengan tuntutan sebagai berikut, harusnya siswa maju guru jaya, mengajar fuul dan gaji nol, lima bulan kami belum gajian, kepastian status guru honorer, apakah dana BOS tidak bisa selamatkan kami. Sesampai di Kantor Disdik para ujuk rasa menyampaikan tuntutannya dan langsung disambut oleh Kadisdik Muratara, Abdul Rahman Wahid, sekitar pukul 10.00 WIB dan massa bubar sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (17/5).

Korlap Saiful Anuri mengatakan, tuntutan pihaknya tidak lain, hanya menuntut hak (gaji,Red). Dimana sudah lima bulan belum gajian. Bahkan sejak diambil alih provinsi, membuat nasib para guru honor tidak jelas.”Kami menuntut hak sudah lima bulan belum gajian, sekarang kewajiban kami sudah dipenuhi namun tolong kepada pihak provinsi untuk secepatnya memberikan gaji kami,” jelasnya, Rabu )\(17/5).

Dia mengatakan aksi damai yang dilakuan ini, supaya dapat solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terhadap nasib para guru honorer yang ada di Muratara. “Kita meminta kepada Pemkab Muratara untuk bisa memberikan solusi atas permasalahan ini, sebab inilah harapan kami jika tidak gajian maka bagaimana kami makan,”cetus Saiful.
Kepala Disdik Abdul Rahman Wahid mengatakan terhitung 1 Februari lalu para guru honorer diambil oleh provinsi termasuk gaji. Namun pihaknya tetap mengawal berkas-bekas guru honorer ia tanda tangan, kemudian pihaknya selalu berkoordinasi dengan provinsi dan pihak provinsi mengatakan, dana untuk gaji guru honorer sudah ada.

Dilanjutkannya, saat ini tinggal menunggu payung hukum pencairannya, karena mereka sudah ada etikat baik “Jadi kepada seluruh guru harus bersabar, sebab saya sudah menghubungi pihak Disdik Provinsi masalah dana gaji honorer sudah ada dan sekarang tinggal menunggu payung hukumnya,” katanya.Usai melakukan aksi didepan Kantor Disdik massapun langsung berjalan kaki menuju kantor Pemkab Muratara untuk menemui bupati. Sampai di sana, langsung disambut Bupati Muratara dan melakukan audiensi di ruang kerja bupati. (lam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses