Bupati Tandatangani Kerjasama dengan BI

Bupati Tandatangani Kerjasama dengan BI
Posted by:

#Untuk Pengembangan Kopi Arabika di Semende

KOMITMEN Pemkab Muara Enim untuk meningkatkan kesejahteraan hidup petani kopi di kawasan Semende bukan sekadar wacana. Terbukti, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar menandatangani naskah kesepakatan kerjasama dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Rudi Khairudin.
Penandatanganan naskah kerjasama yang berlangsung di ruang Pangrifta Bappeda Muara Enim, Selasa (30/01/18), untuk perkuatan modal usaha petani dalam pengembangan kopi arabika di kawasan Semende. Penandatanganan kerjasama itu disaksikan Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MS dan Kepala Dinas Perkebunan Muara Enim, Ir Mat Kasrun.
Acara dihadiri juga Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan SIk, Komandan Kodim 0404 Muara Enim, Letkol Inf Teadi Aulia Mulauji SE, Kepala Bappeda Muara Enim, Dr Ir H Abdul Nadjib MM serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, H Ramlan Suryadi, Kabag Humas, Rinaldo serta sejulah pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim lainnya.
Kemudian hadir juga Country Manager Starbuc, Surip Mawardi sebagai pembicara pengembangan kopi arabika di Semende. Kemudian para kelompok tani yang berasal dari Semende.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Rudi Khairudin mengatakan, penandatangan kesepakatan bersama yang dilakukan untuk pengembangan kopi di Sumatera Selatan. Hasil riset dan kajian Bank Indonesia ada 3 potensial yang bisa dikembangkan di Sumatera Selatan.
Yakni, lanjutnya, industri budidaya perikanan, perkebunan kopi dan pariwisata. “Atas dasar kajian tersebut Bank Indonesia memberikan dukungan pengembangan kopi Sumsel untuk menjadikan Sumsel sentra kopi Nasional yang pada akhirnya akan mensejahterakan masyarakat petani kopi,” jelasnya.
Kabupaten Muara Enim, lanjutnya, sudah cukup lama melakukan budidaya kopi di daerah Semende. Sehingga BI tertarik untuk membantu pengembangan usaha kopi arabika di Semende. Karena peluang pasar iternasional kopi arabika cukup tinggi. Namun lahan yang tersedia untuk perluasan kopi arabika sangat terbatas. Secara geografis, lanjutnya, Semende yang berada di dataran tinggi diatas 1000 meter dari permukaan laut, sangat potensial untuk perluasan kopi Arabika.
Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan, Visi Muara Enim SMAS, salah satu fokus pembangunan yang dilakukan dibidang pertanian dalam arti luas disamping bidang kesehatan dan pendidikan.
Pembangunan subsektor perkebunan telah digalakkan, untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kopi, lanjutnya salah satu sumber penghasilan masyarakat yang nantinya diharapkan menjadi sumber pendapatan daerah.
Wilayah Muara Enim sebagai penghasil kopi yakni di Semende Darat Laut dan Semende Darat Tengah dengan jenis kopi robusta, Semende Darat Ulu dengan ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut dikembangkan kopi arabika. Pemkab Muara Enim, lanjutnya , telah berupaya meningkatan kualitas maupun kuantitas kopi Semende.
Kerjasama yang dilakukan, lanjutnya, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat petani kopi Semende guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Areal kopi Arabika terbesar di Semende Darat Ulu dengan luas mencapai 23 ribu hektare. Karena hanya daerah itu yang cocok untuk pengembangan kopi Arabika dengan ketinggian di atas 1000 meter dari permukaan laut (DPL).
“Semende Darat Ulu sangat potensial untuk pengembangan kopi arabika karena letak geografisnya yang sangat mendukung dengan ketinggian diatas 1000 meter dari permukaan laut,” jelasnya.
Sementara itu, Country Manager Starbuc, Surip Mawardi, yang juga mantan Puslit Kopi dan Kakau Jember, mengatakan, dia sudah melakukan kunjungan ke Semende dan sangat tepat untuk pengembangan kopi arabika. “Kopi arabika dipasar dunia cukup diminati karena cita rasanya sangat harum berbeda dengan jenis kopi lainnya,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, harga jual kopi arabika cukup tinggi bahkan kopi arabika harganya termahal di dunia mencapai Rp 60 ribu, atau 4,5 dollar/kg. Saat ini, lanjutnya potensi konsumsi kopi kopu dinia mencapai 3,8 persen sedangkan pertubuhan produksi kopi sebesar 3,5 persen. “Jadi pengembangan kopi sangat potensial ditingkat dunia. Terlebih lagi jenis kopi arabika yang harganya terus stabil,” jelasnya.
Dia menyebutkan, pengembangan kopi arabika lebih menguntungkan petani bila dibandingkan dengan kopi robusta. “Perbandingannya jika produksi kopi rubusta 1 ton, tetapi kopi arabika cukup 400 kg per tahun, petani sudah akan lebih sejahtera,” jelasnya. (adv/humas)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses