Bus Kota Dipotong Jadi Truk

Bus Kota Dipotong Jadi Truk
Posted by:

PALEMBANG – Bus kota yang telah habis izin trayeknya Rabu (10/8) dipotong-potong oleh Dinas Perhubungan Kota Palembang. Bus kota ini diubah menjadi truk oleh Dishub Palembang. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sulaiman Amin didampingi beberapa stafnya langsung melakukan pemotongan bus kota yang sudah habis masa trayeknya tersebut. Bagian bus kota ini dipotong hingga ke bagian depan. “Kita potong satu unit bus kota ini karena sudah terkena razia, sehingga tak berbentuk bus kota lagi,” kata dia.

Sulaiman menambahkan, pemotongan ini sendiri sudah sesuai persetujuan pemilik bus kota. Dari total 12 bus kota yang dikandangkan sejak awal tahun lalu baru satu bus kota yang dipotong, sisanya menunggu persetujuan pemilik.
“Kita sudah menghubungi para pemilik bus kota ini. Jadi bus kota ini, berubah bentuk sehingga tak bisa berfungsi sebagai bus kota,” kata dia.

Jika pemilik bus kota ini ingin mengambil kembali, harus diberi plat hitam dan fungsinya sebagai sarana angkutan saja bukan angkutan umum. “Atau di cat hitam dan bisa dirubah bentuk menjadi truk seperti mobil bus kota ini,” kata dia. Sulaiman mengungkapkan, pertengahan tahun 2018 tak akan ada lagi bus kota yang beroperasional, sehingga benar-benar bersih dari bus kota. “Saat ini masih ada 82-an bus yang operasional dan 2017 target hanya 42an operasional dan 2018 pertengahan itu sudah tak boleh operasional,” ungkap dia.

Karena itu, pihaknya saat ini terus gencar melakukan razia bagi bus kota ini yang sudah habis masa trayek, namun masih banyak yang kucing-kucingan. Lanjut dia, namun saat ini juga menuju penghapusan bus kota ini ada juga rencana organda dengab PT SP2J untuk membicarakan moda transportasi dari organda. “Ada pembicaraan mengenai hal tersebut tapi ini masih dalam pembahasan,” kata dia. Rencananya, lanjut dia pihak organda ingin berkontribusi untuk memenuhi moda transportasi, jelang Asian Games 2018 setelah penghapusan bus kota.”Nanti akan dibuat moda transportasi umum yang berstandar layak dengan menggunakan bahan bakar gas (BBG). Namun ini maaih dalam pembahasan,” ungkap dia.(ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses