Cara Kerja Modus Ganjal ATM

Cara Kerja Modus Ganjal ATM
Posted by:

 

PALEMBANG – Keberadaan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang bisa mudah ditemui di berbagai pelosok kota, tak luput menjadi sasaran para penjahat. Dari mulai yang menjebol mesin ATM seperti laiknya menjebol lemari yang dikunci. Hingga modus mengganjal slot kartu ATM untuk kemudian menipu orang lain.

Cara ini paling lazim dilakukan para penjahat spesialis penipuan menggunakan mesin ATM. Mereka biasanya bekerja secara berkelompok, antara 3 sampai 5 orang. Tiga orang bertugas sebagai pihak yang seolah-olah menolong korban, sisanya yang akan menguras rekening korban ketika kartu ATM sudah diambil alih.

Aksi komplotan penjahat ini biasanya mengincar ibu rumah tangga atau mereka yang dinilai tidak paham dengan cara kerja mesin ATM. Modal para penjahat ini cuma batang korek api yang digunakan mengganjal lubang masuk dan keluar kartu ATM. Lokasi mesin ATM yang dijadikan target biasanya yang memang sering dikunjungi ibu rumah tangga.

Saat korban memasukkan kartu dan kemudian terganjal maka saat itulah para pelaku mulai menjalankan aksinya. Mereka langsung mengerubungi korban dan berpura-pura memberi bantuan. Saat korban lengah, kartu ATM miliknya ditukar oleh pelaku.

Kemudian para pelaku membantu korban untuk memasukkan kartu ATM yang sudah ditukar dan meminta korban untuk memasukkan PIN. Saat itulah, mereka mengintip PIN milik korban dan kemudian meneruskan informasi tersebut kepada rekannya yang sudah menerima kartu ATM milik korban.

Rekan pelaku segera mendatangi mesin ATM yang lain untuk kemudian menguras isi rekening korban. Hal ini harus segera dilakukan sebelum korban tersadar dan menghubungi pihak bank untuk memblokir kartu.

Kalaupun kode PIN dari kartu ATM korban gagal didapat, maka pelaku akan menyarankan untuk menghubungi call center palsu yang nomornya sudah ditempel di mesin ATM tersebut. Rekan pelaku yang bertindak seolah menjadi petugas call center akan membimbing pelaku untuk memasukkan kode PIN. Setelah mendapat PIN dari korban, mereka segera menguras rekening korban.

Ada modus yang mirip dengan masih mengandalkan teknik ganjal mengganjal tempat masuk dan keluarnya kartu ATM. Dalam trik kedua ini, kartu ATM bisa masuk tapi akan sulit untuk keluar. Seolah kartu ATM ditelan oleh mesin, padahal hanya terganjal saja.

Caranya pun mirip. Pelaku memasukkan tisu atau kertas yang sudah dilinting ke dalam lubang tempat masuk dan keluarnya kartu ATM. Saat korban memasukkan kartu dan selesai melakukan transaksi, kartunya ternyata tidak keluar dari mesin.

Saat itulah para pelaku mendatangi korban dan berpura-pura membantu. Dalam aksinya tersebut, pelaku meminta korban untuk memasukkan PIN dari ATM miliknya. Dalam kondisi panik, korban akan cenderung mengikuti arahan pelaku sehingga PIN bisa diketahui para penjahat ini.

Setelah mendapatkan PIN yang dibutuhkan, pelaku pun meyakinkan korban bahwa kartunya tertelan dan menganjurkan untuk menghubungi pihak bank keesokan harinya. Ketika korban menurut dan kemudian pergi, pelaku segera melepas ganjalan dan menguras isi rekening korban tanpa sisa.

Datangi Kantor Terdekat

Terkait kejahatan modus ganjal mesin ATM, Kepala Kantor Wilayah VI BCA Daniel memberikan himbauan kepada nasabah untuk tetap tenang. Selain itu, pihak perbankan juga sudah sangat berupaya untuk memberikan peningkatan pada keamanan mesin ATM.

       “Salah satunya dengan memperbaiki lubang bagin kartu ATM. Tentunya juga dengan CCTV dan lainnya. Namun memang tindakan kejahatan selalu memiliki langkah terbaru untuk melancarkan aksinya,’ papar Daniel.

       Pengubahan desain mesin demi keselamatan nasabah tidak satu kali dilakukan. “Biasanya jika mesin ada ganjelan kartu akan ketelan, jika hal ini terjadi biarkan saja. Nasabah jangan panik,” terangnya.

       Selain itu, Daniel juga menghimbau kepada nasabah untuk tidak menerima bantuan dari pihak tidak dikenal yang menawarkan bantuan. “Bisa jadi itu sindikat saja, jadi jangan mudah percaya. Biasanya mereka memang sudah siap berada di sekitar lokasi,”jelasnya.

       Selain itu, jangan langsung menghubungi nomor call center yang tertera di mesin ATM. Bisa jadi nomor tersebut sudah dipalsukan dan diganti dengan nomor pelaku.

“Baiknya segera ke kantor perwakilan tahu cabang terdekat. Biarkan saja kartu tertelan, karena kartu yang tertelan tidak juga bisa difungsikan oleh pelaku, selagi nomor PIN tidak diberikan kartu akan aman berada didalam mesin, pihak perbankan juga tidak akan mungkin meminta nomor PIN yang nasabah miliki. Terpenting PIN atm hanya kita yang tau,” tutupnya. (nik/net)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses