Cek Am dan Cek Pera Harus Disempurnakan

Cek Am dan Cek Pera Harus Disempurnakan
Posted by:

Palembang.-
Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, akhirnya Beni Karanza (28) warga dusun Baturaja Kecamatan Baturaja Timur Sumsel, melalui karyanya Cek Am dan Cek Pera berhasil menjadi pemenang lomba maskot Pilgub sumsel 2018, dengan menyingkirkan 47 peserta lainnya.

Dengan dinyatakan sebagai pemenang, maka hasil karya Beni yakni Cek Am dan Cek Pera resmi menjadi Maskot Pilgub Sumsel tahun 2018 mendatang. Hal tersebut diketahui setelah pihak penyelenggara Pemilu KPU Sumsel mengumumkannya Rabu.(09/08).

Dalam karyanya Beni mengibaratkan Cek Am dan Cek Pera sebagai pasangan putra dan putri Sumsel, dengan menginspirasi Jembatan Ampera sebagai ikon kota Palembang. Dalam karya aslinya, dua tiang Jembatan Ampera diibaratkan sebagai pasangan putra (Cek Am) dan putri (Cek Pera) Sumsel mengajak warga Bumi Sriwijaya untuk memilih calon pemimpin periode 2018-2023. Cek Am dan Cek Pera dilengkapi dengan Tanjak dan Gandik serta pakaian adat khas Sumsel.

Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan, hasil karya ini nantinya masih akan dimodifikasi sebagai penyempurnaan, sehingga terlihat lebih netral dan mudah dimengerti. “Sebelum dimofikasi tentunya akan dikoordinasikan dengan pemenang sebagai pencipta maskot,” ujarnya, Rabu (9/8). Karya ciptaan Berni Karanza ini sendiri rencananya mulai disosialisasikan bersamaan dengan launching Pilgub Sumsel 2018 pada 10 Oktober mendagang.

Sementara itu Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi mengatakan, dipilihnya Cek Am dan Cek Pera ini karena keduanya mempunyai makna yang tepat. Yakni Cek Am yang disingkat Ayo Memilih dan Cek Pera yang berarti Pemimpin Cerdas dan Amanah. Sedangkan maskotnya adalah gambar jembatan Ampera yang merupakan jembatan kebanggan wong Palembang.
Menurut Naafi, dalam penilaian yang dilakukan hasil karya Beni ini memperoleh 400 poin dan mengalahkan dua karya lainya yaitu Mang dan Bik Limas yang merupakan karya Iwan Setiawan (37) warga Jalan Letjen Alamsyah RPN nomor 51 rt 5 rw 6 bukit baru ilir barat 1, sedangkan juara ketiga diraih si Ampra yang merupakan karya M.Firmansyah (28) warga Ki Merogan Lr.Mesuji nomor 1038 Kertapati Palembang.

Disinggung soal rencana penyempurnaan maskot, Naafi mengatakan, ada beberapa catatan dari tim juri yang harus diperbaiki dari Cek Am dan Cek Emas. Pertama adalah penempatan tumpal. Untuk tumpal kain belakang Cek Pera akan dihilangkan. Sementara tumpal Cek Am akan diletakkan dibagian belakang. Sebagai perempuan Cek Pera juga akan dibuat lebih feminim, serta body-nya akan dilangsingkan.

“Masalah tumpal ini akan disesuaikan dengan adat Sumsel, dimana untuk perempuan di depan dan laki-laki di belakang. Perempuannya yang kelihatan agak gendut akan dibuat jadi langsing agar nampak lebih feminim,” ujar Naafi.
Naafi juga menambahkan, kalau penyempurnaan juga dilakukan untuk warnanya, dimana warna dari boneka ini akan dibuat lebih emas agar jelas nampak netral. Sepatu yang digunakan juga diganti dengan Sandal Terompah sebagai khas Sumsel.

Sedangkan model bajunya juga akan sempurnakan. Untuk Cek Am akan lebih diperjelas dengan menggunakan pakaian Teluk Belango. Tanjak dan Gandik perempuan juga akan diikat. Lambang KPU di baju Cek Am akan diganti dengan logo “KPU Melayani”.(del/rel)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses