Cenderung Berdampak Negatif

Cenderung Berdampak Negatif
Posted by:

PERMAINAN Games  Pokemon sedang jadi tren saat ini. Penggemarnya dari berbagai lapisan dari anak-anak hingga dewasa.Persoalannya permainan yang menggunakan aplikasi GPS dan kamera untuk menangkap monster pokemon di setiap wilayah hingga orang harus berkeliling ini,berdampak negatif.

Selain membuat pemainnya khususnya anak-anak yang masih diusia pelajar ini lupa waktu, juga bisa membahayakan pemainnya. Tak jarang, permainan yang digandrungi orang di seluruh dunia menimbulkan celaka bagi pemainnya.

Bahkan di beberapa wilayah baik dalam maupun  luar negeri permainan pokemon sudah memakan korban misalnya terjadi kecelakaan lalulintas dan lain-lain lantaran asyik bermain pokemon.
Pengamat Pendidikan, Indawan Sahri mengatakan, keberadaan games pokemon sulit untuk dihindari, untuk itu ada baiknya manfaatkan aplikasi tersebut kearah positif sehingga dapat mendukung dunia pendidikan.

“Sulit untuk ditolak, makanya saya juga setuju dengan mentri pendidikan. Ada baiknya aplikasi permainan pokemon diarahkan ke hal positif khusunya untuk pendidikan,” paparnya.

Seperti lanjut dia, letakkan pokemon tersebut di kawasan perpustakaan. Sehingga banyak pelajar atau mahasiswa yang mengarah ke perpustakaan untuk mencari pokemon, namun tentunya juga tidak hanya fokus pada pokemon saja adanya arahan guru atau dosen untuk juga mengkaji buku- buku yang ada diperpustakaan setelah games pokemon berhasil.

“Ada baiknya juga gunakan aplikasi permainan pokemon ini sebagai media pelajaran. Seperti pelajaran bahasa inggris atau lainnya. Dengan demikian, maka pelajar atau mahasiswa juga tidak akan jenuh,” terangnya.

Sedangkan Drs H Elianuddin HB, anggota DPRD Sumsel asal fraksi Partai NasDem menilai games pokemon go banyak mudoratnya. “Kalau menurut saya, sebaiknya pemerintah melarang games itu. Namun bila banyak manfaatnya bagi masyarakat, silakan saja untuk mendownloadnya,” ujar Elianuddin.

Menurutnya, untuk masalah ini pemerintah tetap harus memberikan perhatian serius, terlebih sudah ada beberapa masyarakat yang telah menjadi korban, bahkan ada yang meninggal dunia. “Saya harap, pmerintah bisa tampil untuk menyelesaikan masalah ini, sekaligus melindungi masyarakat,’ ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) secara resmi telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan main game virtual berbasis GPS sejenis Pokemon Go, dan lainnya.

‎Dalam Surat Edaran MenPANRB No:B/2555/M.PANRB/07/2016 tanggal 20 Juli 2016, MenPAN-RB secara tegas memberitahukan kepada seluruh pimpinan di satuan kerja masing-masing untuk melarang para aparatur sipil negara bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan instansi pemerintah.

Dalam surat edaran ini, Menteri Yuddy juga meminta agar para Pejabat Pembina Kepegawaian di masing-masing-masing satuan kerja untuk melakukan pemantauan dalam pelaksanaannya. SE MenPAN-RB ini ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, para Kepala LPNK, para pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para pimpinan Kesekretariatan LNS, para Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia, serta tembusan Surat MenPAN-RB ini disampaikan kepada Presiden, Wakil Presiden. 

“Larangan main game serupa Pokemon Go ini untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan. Jangan karena main Pokemon, lantas mengancam stabilitas keamanan nasional,” tegas Yuddy.

Dia juga mengimbau, seluruh ASN tanpa terkecuali untuk fokus pada pekerjaannya dan tidak terpengaruh dengan Pokemon Go yang tengah mem-booming. (nik/del/net)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses