Codet Dicokok Saat Tertidur Pulas

Codet Dicokok Saat Tertidur Pulas
Sapri, pelaku perampokan toko emas saat giring petugas Reskrim Polda Sumsel, Rabu (20/4). f Agus Rizal Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Buron selama setahun dan masuk daftar pencarian orang (DPO), Sapri Deni alias Codet (34), warga Desa Tanjung Gelam, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir akhirnya berhasil dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel, di kediamannya pada Selasa (19/4) sekitar pukul 16.00 WIB.Saat ditangkap, Codet tengah tertidur pulas di rumahnya. Dari tangan pelaku pula, polisi menyita satu unit mobil Kijang Innova nomor polisi B 8433 IR yang digunakan pelaku dalam beraksi. Diketahui, pelaku Codet merupakan anggota sindikat perampok sadis yang kerap melakukan kejahatan di beberapa daerah, bahkan pernah beraksi di Jakarta.

Hasil kejahatannya juga tak tanggung-tanggung dengan nilai ratusan juta rupiah. Di hadapan polisi, pelaku mengaku, telah melakukan aksi perampokan sebanyak tiga kali. Yakni, pada 2005, pelaku bersama anggotanya, yaitu Robin, Birin, Muklis, Ujok (DPO), merampok pengusaha karet di Simpang Musi II Palembang dan mendapatkan uang ratusan juta.
Kemudian, pada tahun 2008, Codet bersama komplotannya kembali merampok pemilik toko emas Sinar Baru milik korban Asiong di Lubuk Linggau. Dari aksinya tersangka berhasil mengantongi emas seberat delapan kilogram.

Terbaru, pelaku terlibat bersama empat pelaku lain dalam perampokan yang menewaskan korbannya seorang pedagang emas, Heriyanto (35), di Jalan Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin, pada 5 April 2015 lalu.
Dalam aksinya tersebut, para pelaku membuntuti korban yang mengendarai sepeda motor dan menabraknya dari belakang. Korban pun tersungkur. Kemudian, korban dimasukkan dalam mobil. Dalam kondisi pingsan, tangan dan kaki korban diikat, sementara mata dan mulut korban ditutup menggunakan lakban.

Lalu, para pelaku mengambil seluruh emas dagangan korban. Diantaranya cincin, kalung, liontin, dan anting dengan total berat tiga kilogram. Puas mendapatkan hasil rampokan, pelaku membuang korban ke semak-semak di perkebunan ubi Jalan Rawa Jaya RT 10 RW 03 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami.Tak beberapa lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tewas oleh warga. “Setelah kejadian (perampokan) kami lari ke Jakarta, emas hasil perampokan kami jual disana (Jakarta) seharga Rp 75 juta dan aku dapat bagian sebesar Rp 10 juta,” kata pelaku saat diamankan di Mapolda Sumsel, Rabu (20/4).

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Kristovo Ariyanto mengatakan, tersangka sudah tiga kali melakukan aksi perampokan, pertama tahun 2005, 2008 dan yang terakhir tahun 2015. “Kami terus melakukan pengembangan guna menangkap empat pelaku lainnya yang belum tertangkap,” ujarnya.Kristovo melanjutkan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan yang masuk ke Polsek Sukarami dengan nomor LPB/685/V/2015/Sek Sukarami tanggal 5 April 2015. Setelah diselidiki, petugas mengetahui keberadaan tersangka. “Empat pelaku lain masih kita kejar. Untuk tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian kekerasan,” tukasnya. (cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses