Dandim Sebut Masalah Utang

Dandim Sebut Masalah Utang
Posted by:
Serka Kurniawan Chandra Depresi Ditagih Utang
PRABUMULIH – Misteri tewasnya tiga warga sipil yakni Dani Faisal alias Faisal Kaset (46), warga Jalan Toman Kelurahan Prabujaya, Zainal Imron alias Enal (51) dan Luken (35), anggota Satpol PP, keduanya merupakan warga Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih, akhirnya terkuak.
Ketiganya dieksekusi oleh oknum anggota TNI Serka Kurniawan Chandra.  Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Denpom II Sriwijaya, kematian ketiga warga sipil dan juga oknum anggota TNI tersebut saling berkaitan. Di mana ketiga warga sipil itu ditembak oleh Serka Kurniawan Chandra
Sementara tewasnya Kurniawan Chandra, lantaran bunuh diri dengan cara menembakan senjata api miliknya ke kepala sendiri.
Komandan Kodim (Dandim) 0404 MPP (Muara Enim, Pali dan Prabumulih), Letkol Inf Teadi Aulia SE mengatakan, Serka KC mengalami depresi hingga akhirnya berbuntut pada aksi penembakan terhadap korbane. Lalu, melakukan aksi bunuh diri.
“Sudah kita tahu ada kejadian kemarin itu (penembakan terhadap tiga warga sipil), di mana anggota saya dengan statusnya dia dalam kondisi yang depresi, akhirnya terjadi kejadian tersebut. Kemudian hasil akhirnya yang bersangkutan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri,” ujar Teadi, di markas Subdenpom II/4 Prabumulih, kemarin.
Mengenai pemicu dari aksi penembakan yang berujung kematian itu, Teddy menduga, hal itu terjadi lantaran utang piutang. Di mana pelaku meminjam uang terhadap salah satu korban. Karena ditagih terus, pelaku merasa kesal.
“Dasarnya utang piutang antar teman, si pelaku ini (KC) yang berhutang, sudah punya hutang. Jadi seberapa besarnya (hutang) kami masih dalam penyelidikan,” ungkap perwira jebolan Akademi Militer ini sembari mengatakan antara pelaku dan korban saling kenal.
Disinggung mengenai senjata api yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa tiga orang warga sipil itu, Dandim 0404, menuturkan senjata api yang digunakan merupakan pabrikan (buatan pabrik) alias bukan senjata api rakitan.
Namun Dandim menuturkan, pihaknya masih menyelidiki apakah pelaku memiliki izin resmi untuk kepemilikan atau penggunaan senjata api tersebut.
“Senjata api yang digunakan memang pabrik itukan, tadi masih diselidiki juga. Kalau secara apa dia tak ada kewenangan,  dia sebagai ini boleh tapu perorangan itu ada lagi ketentuan untuk memegang itu,” kata Teddy seraya mengatakan KC tidak terdata sebagai pemegang senpi dikesatuan yang ia pimpin. (abu) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses