Data DA1-KWK TPK Menghilang

Data DA1-KWK TPK Menghilang
Posted by:

MUARA BELITI –  Proses rekapitulasi perolehan suara ditingkat KPUD Musi Rawas (Mura) berjalan alot. Terlebih jumlah suara di Kecamatan Tuang Pumpung Kepungut (TPK) harus dihitung ulang perdesa/kelurahan.
Soalnya hasil perolehan suara rekapitulasi TPK mendapat sanggahan dari saksi pasangan calon (paslon) nomor urut 2 H Hendra Gunawan- Hj Suwarti. Selain itu, data DA1-KWK  ternyata tidak ditemukan dalam kotak suara alias hilang.
Sehingga perolehan suara di TPK harus direkapitulasi ulang dari setiap desa/kelurahan (10 desa/kelurahan). Dalam rekapitulasi ulang tersebut, KPUD Mura menggunakan data dari Panwaslu sebagai acuan/data pembanding yang dikroscek bersama-sama oleh masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan disaksikan masing-masing tim saksi setiap paslon.
Dari hasil rekapitulasi ulang tersebut, ternyata ditemukan selisih suara hasil rekapitulasi di tingkat PPS dan PPK, yang terjadi di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan TPK. Selanjutnya selisih angka tersebut diperbaiki sesuai dengan data PPS dan Panwaslu.
Sementara itu, dari hasil rekapitulasi 14 Kecamatan yang ada, KPUD Mura menetapkan 184.713 suara calon yang sah. Dari jumlah itu, pasangan nomor urut 2 H Hendra Gunawan –Hj Suwarti unggul dengan perolehan 83.236 suara. Sedangkan paslon nomor urut 1 Hj Ratna Machmud- H Muhammad Zabur Nawawi mendapatkan 81.196 suara. Paslon nomor urut 3 H Zulkarnain – Hj Ratnawati dengan perolehan 20.281 suara.
Sementara itu, Ketua KPUD Mura Ach Zaein, melalui Devisi Logistik Efran Efriadi Syahril menegaskan, hasil perolehan paslon setelah dihitung di tingkat PPS sudah tidak bisa diubah oleh semua pihak. Soalnya perolehan suara dari data C1 begitu sudah disahkan, hasilnya langsung dimasukkan ke website KPU, sehingga data tersebut secara otomatis langsung sampai ke KPU RI. “Begitu dipleno di PPS hasilnya otomatis sudah sampai ke pusat, jadi tidak bisa diubah-ubah,” tegas Efran.

#Ya Kita Disini
Yasinan Saja
Di sisi lain, pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara di tingkat KPUD Musi Rawas (Mura) mendapat penjagaan ketat dari pihak keamanan, baik dari kepolisian maupun TNI. Pengamanan berlapis yang diberlakukan membuat massa dari paslon nomor urut 1 Hj Ratna Machmud- H Muhammad Zabur Nawawi yang melakukan aksi tertahan diluar pagar kawat berduri, dan tidak bisa menjangkau Aula tempat pelaksanaan rekapitulasi KPUD Mura.
Mereka hanya bisa berorasi dari luar kawat berduri yang berada di seberang jalan gedung KPUD Mura. Sementara itu, Aula yang dijadikan lokasi rekapitulasi juga dijaga ketat anggota bersenjata. Penjagaan bukan hanya disekitar Aula, namun pintu depan maupun pintu belakang juga dijaga dengan ketat. Bahkan para awak mediapun tidak diizinkan masuk dan hanya bisa memantau dari depan pintu.
Pantauan di lapangan, pengamanan berlapis diterapkan tidak hanya mengerahkan pasukan bersenjata ataupun anggota berpakaian preman. Bahkan dua ekor anjing herder juga ikut disiagakan di persis di gerbang KPU.
Kapolda Sumsel Irjend Pol Iza Fadri, beserta rombongan juga ikut turun memantau situasi keamanan pelaksanaan rekapitulasi di tingkat KPUD Mura. Jenderal bintang dua ini bersama anggotanya duduk di tenda keamanan yang dipasang persis di depan kantor pos atau antara gedung KPUD Mura dan Aula yang dijadian lokasi rekapitulasi  perolehan suara tingkat KPUD.
Orang nomor satu di Polda Sumsel ini memastikan bahwa pelaksanaan rekapitulasi di tingkat KPUD Mura tersebut dapat berlangsung aman terkendali. Terlebih H-1 pelaksanaan rekapitulasi di KPUD Mura, akses jalan menuju gedung KPUD/lokasi rekapitulasi sudah disterilkan dan arus lalu lintas sudah dialihkan ke jalan/jalur alternatif. “Ya kita disini Yasinan saja,” guraunya.
Sementara mengenai pagar kawat berduri yang dipasang di seputar gedung KPUD dan akses jalan menuju gedung tersebut dikatan kapolda akan segerah dibuka setelah proses rekapitulasi berakhir. “Itu pagar kawatnya hanya untuk pengamanan saja, karena disekitar gedung KPUD Mura juga banyak pemukiman warga, jadi kita pagari agar proses rekapitulasinya berjalan lancar dan masyarakat sekitar KPUD Mura juga tidak terganggu,” jelasnya.
Disingung pengamanan pilkada di Kabupaten Mura dan Muratara yang mendapat perhatian khusus dari Polda dibandingkan sejumlah kabupaten/kota lain yang juga melaksanakan pilkada, menurut kapolda, karena ada beberapa alasan tertentu.
“KPU dulu yang bermasalah Mura, sedangkan Muratara kabupaten baru. Selain itu kalau tempat lain satu polres satu daerah pilkada, sementara Polres Mura ada dua daerah yang pilkada yakni Mura dan Muratara, makanya kita back up Polres Mura,” pungkas kapolda.

#Blokir Dibuka,
Jalinsum Normal
Sementara itu, akses Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Muratara, yang sempat diblokir massa, akhirnya berhasil dibuka, Kamis (17/12), pukul 12.00 WIB. Pembukaan akses jalan tersebut dibuka untuk kebaikan bersama-sama.
“Intinya masyarakat membuka untuk kebaikan bersama-sama,” kata Dandim 0406 Mura – Lubuklinggau – Muratara Letkol Arm Wiwin Sugiono. Pasca dibukanya akses jalinsum dilokasi tersebut, arus lalu lintas kembali normal.
Sisa-sisa bekas pemblokiran yang diletakkan di badan jalan seperti kayu, ban dan tumpukan tanah sudah disingkirkan serta dibersihkan pakai alat berat. Kendaraan baik dari Lubuklinggau maupun dari arah Jambi yang melintas di Jalinsum Muratara sudah lancar. Setelah sempat tertahan dengan menunggu situasi serta kondisi (Sikon) dilapangan sebelumnya. “Kendaraan sudah lancar melintas di Muratara,” ujarnya.
Meski begitu, pasca dibukanya blokir jalan di sekitar lokasi, personel TNI belum ditarik. Dan kondisi situasi keamanan diwilayah Kabupaten Muratara masih kondusif. “Personel tetap siaga 1, kurang lebih 400 personel yang diturunkan baik di Mura maupun Muratara,” ungkapnya.
Personel TNI di Muratara pasca dibukanya portal disebar ditempatkan disejumlah titik yakni di kantor KPUD Muratara dan sebagian diwilayah Rupit. “Keberadaan mereka dilokasi sampai ada penjembutan, kita lihat perkembangan situasi,” pungkasnya. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses