Debat di Palembang, Paslon Adu Visi-Misi

Debat di Palembang, Paslon Adu Visi-Misi
Posted by:

EMPAT LAWANG –
Pelaksanaan debat kandidat pemilihan Bupati/Wakil Bupati Empat Lawang, priode 2018-2023 dilaksanakan di Hotel Excelton Palembang, Minggu 13 Mei 2018, dimulai sekitar pukul 19.00 WIB yang disiarkan secara live streaming Stasiun TVRI Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam debat ini, ketiga paslon akan adu argumen mengenai visi-misinya yang akan dinilai masyarakat banyak, khususnya masyarakat Empat Lawang.
Ketiga paslon tersebut, yakni paslon nomor 1, H David Hadrianto Aljufri – H Eduar Kohar (HDA-HEK), paslon nomor urut 2, H Joncik Muhammad – Yulius Maulana (JM-Yus) dan paslon nomor urut 3, H Yulizar Dinoto – H Kison Syahrin (HYD-HKS).
Hanya saja, lantaran hanya live streaming stasiun TVRI Sumsel, sangat disayangkan masyarakat Empat Lawang. Pasalnya, hanya sebagian masyarakat yang bisa menyaksikan siaran langsung tersebut, lantaran chanel TVRI tidak bisa lagi dibuka menggunakan parabola biasa, melainkan parabola berbayar atau jenis lainnya, yang tidak dimiliki seluruh masyarakat.
“Sangat disayangkan hanya menggunakan stasiun TVRI, tidak menggunakan stasiun swasta, seperti TVOne, MetroTV atau stasiun lainnya yang umumnya ditonton masyarakat. Ya, kalau TVRI kita kan tidak bisa nonton, padahal melalui debat tersebut kita bisa melihat kandidat mana yang visi-misinya bagus, bukan mengada-ngada,” ungkap Syaiful, salah seorang warga Empat Lawang.
Ditambahkannya, pada setiap debat kandidat memang tidak ada juri yang menentukan menang atau kalahnya, melainkan masyarakat penilainya. Makanya, seharusnya masyarakat Empat Lawang bisa menyaksikannya, bukannya seperti ini, hanya tau ceritanya saja.
“Belajar dari debat kandidat Pilgub Sumsel kemarin, hanya sebagian masyarakat yang bisa menonton, selebihnya hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut. Masyarakat yang Empat Lawang yang seyogyanya menjadi penilai, namun tidak bisa menyaksikan acara debat itu sendiri,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, Rudi Yanto mengharapkan agar peran media bisa menyebarluaskan acara debat kandidat. Kalaupun tidak bisa live (langsung, red), agar dapat disiarkan ulang. Karena, menurutnya penting diketahui masyarakat visi-misi setiap paslon di Pilkada Empat Lawang tahun 2018 agar masyarakat yang punya hak pilih dapat menentukan sikapnya saat pencoblosan mendatang.
“Dengan debat ini, masyarakat pemilih memahami seluruh visi-misi paslon. Karena itu, diharapkan bisa disiarkan langsung atau siaran ulang, agar masyarakat Empat Lawang bisa memahami dan menilai visi-misi masing-masing paslon, sehingga tak ada keraguan lain menentukan pilihannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Empat Lawang, Mobius Alhazan mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak yang terlibat pada penyelenggaraan debat kandidat ini. Secara esensialnya, pelaksanaan debat adalah bertanya dan menjawab dan tidak dapat dirubah, namun demikian ada hal-hal yang harus diperbaiki bersama.
“Kalau ada yang kita hilangkan, tentu akan merubah esensialnya debat. Debat ya seperti itu, bertanya dan menjawab. Silahkan masyarakat yang menilai, apakah jawaban paslon itu masuk akal atau tidak,” ujarnya.
Terkait pilihan KPU Kabupaten Empat Lawang memilih TVRI sebagai pihak penyelenggara penyiaran, karena pertimbangan budget-nya. Bila menggunakan stasiun swasta, biaya untuk penayangannya cukup besar, sehingga tidak memungkinkan untuk menganggarkan biayanya.
“Kita memilih TVRI lantaran budgetnya. Ini juga sifatnya live streaming, sehingga bisa ditonton ulang atau dibagi-bagikan menggunakan medsos atau lainnya, sehingga masyarakat banyak bisa menontonnya,” tandasnya. (cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses