Deklarasi Damai Ricuh

Deklarasi Damai Ricuh
Posted by:

#Bentrok Antar Pendukung

Deklarasi Damai diselenggarakan KPU Empat Lawang di kawasan Pulau Emas, sejatinya menjadi tonggak awal terlaksanakanya Pilkada damai berubah menjadi ricuh antar pendukung pasangan calon, Minggu (18/2/18).
Suasana awalnya tenang dan kondusif, menjadi sulit terkendali diwarnai aksi lempar kursi dan berakhir bentrok.
Peristiwa ini dipicu oleh pernyataan calon wakil bupati, paslon nomor urut 1, H David Hadrianto Aljufri-H Eduar Kohar (HDA-HEK) menyampaikan orasinya yang dinilai propaganda.
Suasana kian memanas saat orasi politik pasangan calon nomor urut dua, H Joncik Muhammad-Yulius Maulana (Jm-Yus), karena sejumlah pendukung dari pihak lawan berteriak-teriak. Bahkan meminta paslon yang berada di atas panggung untuk turun.
Saat itulah, kericuhan antar pendukung mulai terjadi. Bentrok antar pendukung tak terelak lagi, meski aparat kepolisian yang dibantu TNI mencoba meredam situasi.
Kursi-kursi dan sejumlah benda lainnya mulai berterbangan yang dilempar antar pendukung.
Melihat situasi tak kondusif, petugas lalu membubarkan acara dan meminta calon untuk meninggalkan lokasi acara.
Saat mencoba meninggalkan lokasi, salah satu mobil pengiring kandidat nomor urut dua menjadi korban. Kaca bagian belakang pecah terkena lemparan benda keras berupa gelas, hingga kaca jebol dan pecah.
Tak terima dengan ulah pendukung yang berbuat anarkis, tim pemenangan nomor urut dua langsung melapor ke Polres Empat Lawang dan meminta kepolisian mengamankan pelaku perusakan, serta oknum yang diduga memprovokatori kericuhan.
Pengamatan di lapangan, suasana yang awalnya berlangsung damai menjadi tegang. Dengan menggunakan benda di sekitar, berupa kursi, kayu, batu dan benda lainnya pendukung saling serang.
Ratusan massa terlibat bentrok ini. Aparat yang bertugas, yakni dari Polres Empat Lawang terus berupaya meredam massa.
Akhirnya, petugas berhasil memisah dua kubu massa ini dengan mengeluarkan pendukung nomor urut dua dari arena lokasi.
Suasana seketika menjadi tegang, saat antar pendukung ini saling lempar. Sejumlah, tamu undangan, termasuk kandidat mulai dievakuasi dari lokasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Namun, pendukung nomor urut dua tetap berada di lokasi acara. Hingga dinaikannya berita ini, suasana belum kondusif, pendukung nomor urut dua belum bisa keluar dari lokasi, lantaran aksesnya hanya satu.
Sementara jalan menuju keluar, mulai dari jembatan pulau emas hingga Mapolres Empat Lawang massa pendukung nomor urut dua masih berkumpul menuntut tindakan aparat kepolisian untuk menahan pelaku perusakan.
Hingga pukul 18.00 WIB, Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan bersama calon calon wakil bupati pasangan nomor urut 2, Yulius Maulana menemui massanya yang menghadang di Jembatan Pulau Emas, tadi tidak mau dibubarkan sebelum ditangkapnya provokator dan pelaku perusakan.
Dalam kesempatan itu, Yulius Maulana menekankan kepada massanya untuk membubarkan diri, karena berbagai pertimbangan, serta pihak kepolisian berjanji mengusut tuntas dan menangkap pelaku secepatnya.
“Dengan berbagai pertimbangan, kami kandidat Joncik Muhammad menginginkan agar membubarkan diri. Kita tidak mau ricuh, sehingga Pilkada Empat Lawang bisa berjalan lancar. Pihak Polres Empat Lawang sudah berjanji untuk menangkap pelaku pengerusakan,” ungkapnya dihadapan ratusan massanya yang kemudian membubarkan diri.
(cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses