Di-PHK Sepihak, Puluhan Karyawan PT SGI Protes

Di-PHK Sepihak, Puluhan Karyawan PT SGI Protes
Puluhan Karyawan PT Samator Gas Industri lakukan aksi demo memprotes kebijakan PHK, Kamis (5/10). Foto Heri Palembang Pos

BANYUASIN – Puluhan karyawan yang tergabung Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) mengelar demo di Perusahaan PT Samator Gas Industri Desa Gasing Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Kamis (5/10) Pukul 10.20 WIB.Juru bicara Ramlianto dan selaku Koordnator Aksi menyampaikan ada empat tuntutan yakni meminta Pengawas Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel mengeluarkan nota pemeriksaan dan Mempekerjakan kembali karyawan yang di PHK dengan alasan berakhirnya massa kontrak.

Selain itu pihaknya menuntut agar menggangkat seluruh buruh kontrak (PKWT/Perjanjian kerja Waktu tertentu) menjadi karyawan tetap (PKWTT/perjanjian kerja waktu tidak tertentu) dan meminta Perusahaan segera membuat surat keputusan tentang pengangkatan PKWT menjadi PKWT.”Kepada pihak PT Samator Gas Industri dia berharap dapat menjelaskan status tenaga kerja yang sudah di PHK maupun yang akan di PHK terkait dengan pekerjaan yang menunjang atau pekerjaan pokok sebagai driver di PT. Samator Gas Industri dengan ketentuan dan perundang-undangan,” katanya.

Sementara itu HRD PT Samator Gas Industri, Aditya saat dikonfirmasi menjelaskan, putusnya suatu pekerjaan antara perusahaan dan pekerja berdasarkan perjanjian kerja antara tenaga kerja dengan perusahaan sesuai batasan waktu yang telah ditentukan dan disepakati antara kedua pihak tanpa ada paksaan serta atas kesadaran masing-masing pihak.”Terkait dengan tuntutan uang lembur karena pihak perusahaan sudah memberikan uang jalan (uang premi) kepada setiap pekerja selaku driver kendaraan utk distribusi ke pihak pembeli melalui order produk perusahaan,”jelasnya.

Ia menanggapi apabila pekerja yang telah habis kontrak kerja dengan pihak perusahaan untuk melamar pekerjaan kepada pihak ketiga selaku penyedia jasa driver yaitu PT Esa Garda Pertama (EGP) dan apabila tidak sesuai silahkan pekerja melakukan upaya hukum yang berlaku. “Selanjutnya terkait dengan pemotongan upah pihak perusahaan tidak pernah melakukan pemotongan upah,”tukasnya. Usai mediasi itu, sekira pukul 12.45 wib massa aksi membubarkan diri dalam kondisi aman terkendali. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply