Dibalik Aksi Ketiga Pelajar yang Memeras Sopir Truk

Dibalik Aksi Ketiga Pelajar yang Memeras Sopir Truk
Posted by:

Lunasi Utang, Pernah Dapat Rp 1 Juta

Okta Kurniawan (18), M Sumarlin (16), dan Jainuri (18), ketiga pelajar salah satu SMA swasta di Kertapati ini, tidak mencerminkan seorang terdidik. Sebab, ketiga warga Jalan Nila Kandi, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati ini, melakukan tindakan premanisme, dengan memeras sopir truk, yang melintas di Jalan Mayjend Yusuf Singadekane, Jembatan Musi II, Kelurahan Keramasan, Kertapati. Apa yang melatari ketiganya berbuat demikian, simak penuturannya kepada Palembang Pos.

Denni – Palembang

Bila mereka ingin disebut jantan tidak juga, sebab korbannya sendiri hanya sopir truk. Para pekerja keras, keringat mereka telah diperas para pelaku. Belum lagi sopir truk ini dipusingkan dengan pungli para oknum petugas, serta semerawutnya arus lalu lintas, termasuk kerusakan Jalan Lintas Timur dengan lubang-lubang jalan siap mencelakaan mereka. Menyikapi hal itu Tim Buser Polsekta Kertapati segera melakukan pembersihan aksi premanisme ini. Ketiga pelajar yang diamankan itu, karena kedapatan membawa sebilah sajam, serta uang Rp 1 juta hasil kejahatan.
Cukup mengejutkan memang, pelaku selama ini menjadi target operasi (TO) Tim Buser Polsekta Kertapati dipimpin langsung AKP Sukri A Rivai SSos SH itu, ternyata pemuda terdidik baik ilmu, norma, juga akhlaknya. Tanggapan para pelaku sendiri beragam, tetapi semua tidak menyangka bila perbuatan konyol mereka bakal menjebloskan mereka ke penjara, termasuk terancam dikeluarkan dari sekolah mereka.
Menurut penuturan tersangka Okta Kurniawan (18), dirinya kini duduk di kelas XII, baru dua kali melakukan pemerasan. “Kami semua orang 7, otaknya itu OG (DPO), AC (DPO), RM (DPO), dan OY (DPO). OG yang nyetop sopir waktu lewat di jalan rusak. Tadinya minta uang Rp 20 ribu, tapi pas ngeluarkan dompet semua dimintai, kalau tidak dibunuh. OG keluarkan pisau, jadi sopir itu keluarkan uang, aku dapat bagian Rp 100 ribu, terus yang hari kedua dapat Rp 125 ribu. Aku bagian nakut-nakuti sambil gertak sopir kalau ada yang berani,” kata bungsu dari 4 bersaudara ini.
Aksinya sendiri terjadi Minggu (25/1), sekitar pukul 18.00 WIB, karena untuk menghindari kecurigaan petugas, juga masyarakat sekitar. “2 teman aku lagi Sumarlin, sama Jainuri teman satu sekolah, aku tadinya diajak juga sama OG. Terus aku ajak dua teman aku, mereka mau. Dua kawan aku ini cuma duduk saja, tapi mereka juga dapat bagian,” ujar Okta lagi.
Giliran pengakuan M Sumarlin, aksi mereka lakukan tepat di dekat Rumah Makan Rizky Saputra, yang jalanannya rusak berlubang, sehingga truk yang melintas akan pelan. “Aku kelas XII, kami bertiga baru 2 kali beraksi. OG itu yang paling sering, dia (OG) memang sering bawa-bawa pisau, empat temannya lagi malah bawa parang, biar pada takut sopir itu. Rp 100 ribu aku kebagian, malak yang kedua juga Rp 100 ribu, uangnya untuk jajan. Terus aku juga punya utang Rp 2 juta sama kawan, karena merusak motor, gara-gara kecelakaan,” kata Sumarlin.
Tugas Sumarlin sendiri bagian nyetop bersama tersangka lainnya. Diakui uang sekolah yang kurang, jadi dirinya mengiyakan saja waktu diajak memalak para sopir truk. Sedangkan pihak keluarga tidak tahu kelakuan nakalnya di luar. Berbeda lagi pengakuan tersangka Jainuri siswa SMA kelas XI, tugasnya hanya bagian mengawasi keadaan sekitar. “Makanya bagian aku paling sedikit, pertama kebagian Rp 50 ribu, terus kedua 60 ribu. Aku hanya ikut-ikutan saja, yang menodong 4 orang yang kabur, masuk semak rawa-rawa, tidak tahu kemana sekarang sembunyi. Nyesal rasanya, padahal uang tidak seberapa, sekarang malah dipenjara,” ungkap Jainuri.  
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, melalui Kapolsekta Kertapati AKP Sukri A Rivai SSos SH mengutarakan pihaknya telah meringkus 3 orang tersangka pemerasan yang semuanya adalah pelajar. “Dari tangan mereka kita amakan sajam jenis pedang, kemudian uang Rp 1 juta milik sopir asal Lampung yang mereka peras. Tadinya mereka bisa kita jerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Tapi karena ada unsur pengancaman dengan sajamnya, mereka kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” tukas Sukri. (**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses