Dibalik Kisah Kecelakaan Maut Bus Trans Sukses

Dibalik Kisah Kecelakaan Maut Bus Trans Sukses
Posted by:

Teriak Minta Tolong, Ditarik Suami

Endang Surarsih (32), tidak menyangka akan lolos dari maut, dalam kecelakaan bus Trans Sukses, sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (30/1), di Jalan Lingkar Kota Lahat, Manggul-Pagar Agung. Bagaimana tidak, sebelum terjepit di dalam bus, tubuh perempuan dua anak ini sempat terhempas-hempas dalam bus, bersama puluhan penumpang lain. Bagaimana cerita Endang yang berhasil selamat dari kecelakaan? Berikut pengakuannya kepada Palembang Pos.

ARIF HIDAYAT – LAHAT

Sejak bertolak dari Sorolangun, Jambi, Endang bersama suaminya Kis Nurwanto (28), memang sudah merasa was-was, saat agen pemberangkatan meminta mereka naik Bus Trans Sukses. Sebab, tiket mereka tertera nama PO Budi Jaya. Namun, karena hendak pulang kampung, pasangan suami istri (Pasutri) ini memutuskan tetap naik Bus Trans Sukses. Sebab, keluarga dan kedua anak mereka di Tlogo Wungu, Pati, ikut menjadi korban banjir.
Dalam perjalanan dari Sorolangun, tidak ada yang janggal dengan bus. Namun, saat berada di tikungan menurun jalan lingkar Kota Lahat, tiba-tiba bagian buntut bus oleng. Menyusul bagian kepala terguling berulang-ulang. “Saya sadar waktu bus mulai oleng. Bahkan saya sempat teriak Allahuakbar. Bus langsung jatuh, tiga kali terhempas sebelum masuk jurang,” kata Endang, ditemui Palembang Pos, di Mess Diklat Dinas Kesehatan, Kabupaten Lahat, kemarin (31/1).
Saat bus terhempas dan terguling, seluruh isi bus dibuat acak-acakan. Suara teriakan terdengar keras dalam bus. Bahkan Endang terus berteriak, meski bus sudah bersandar di lereng jurang. Dengan kondisi kepala terbentur dibesi dan terjepit, Endang tetap berteriak minta tolong. Buruh kelapa sawit ini pun memanggil nama suaminya, untuk meminta tolong.
Sedangkan suara teriakan manusia terus terdengar ditelinganya. Sambil berteriak minta tolong, Endang yang awalnya duduk bersebelahan dengan suaminya, berusaha menyingkirkan barang-barang yang sudah menjepitnya. “Saya terus teriak minta tolong, ada orang pegang tangan saya, lalu menarik. Saya berhasil lepas dari tumpukan barang dan kepala saya yang terjepit berhasil dilepas,” ujar Endang, yang mengalami luka memar kening kiri ini.
Dengan kondisi tertatih-tatih, Endang dipegang suaminya, berusaha keluar dari dalam bus. Namun, mereka keluar dengan menginjak bagian atap bus, yang sudah berubah arah menjadi lantai bus. Bersusah payah, pasutri ini berhasil mencapai bahu aspal, setelah mendaki lereng jurang. “Waktu kami keluar mobil, sudah banyak yang keluar duluan. Tapi masih ada yang terjebak dalam mobil,” kata Endang dengan logat Jawanya yang kental.
Disisi lain, Endang mengungkapkan, selama perjalanan sopir tidak fokus membawa bus. Sebab, dirinya selalu memantau dari belakang, sopir selalu terlibat obrolan dengan penumpang dan kernetnya. Padahal mobil tersebut banyak membawa penumpang. “Merokok terus, ngobrolnya nggak henti-henti. Kalau jalan kayak baru bisa bawa mobil, terasa gimana gitu,” katanya. (**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses