Dicabik-cabik Singo Edan

Dicabik-cabik Singo Edan
Posted by:

JAKABARING – Ambisi Sriwijaya FC untuk merangsek ke papan atas klasemen ISL 2014 harus kandas. Menjamu Singo Edan (julukan Arema), Laskar Wong Kito justru tercabik-cabik dan harus menderita kekalahan 0-2 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, tadi malam. Dua gol kemenangan tim tamu merupakan sumbang Cristian Gonzales menit 23 dan Alberto Goncalves menit 36. Pelatih Sriwijaya FC Subangkit tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Kita tidak bisa mengembangkan strategi yang disiapkan. Apalagi Mofu dan Sumardi cedera pada babak pertama, sehingga saya tidak punya banyak alternatif,” paparnya.
Pertandingan tadi malam, Arema tampil sangat percaya diri. Tim besutan Suharno ini langsung menggebrak dan melancarkan serangan bergelombang ke jantung pertahanan Sriwijaya FC.
Tendangan dari luar kotak penalti yang dilesakkan oleh I Gede Sukadana di menit pertama nyaris membuka skor. Namun masih bisa diantisipasi kiper Sriwijaya FC, Fauzi Toldo.
Tekanan berlanjut, kali ini Dendi Santoso melalui sundulannya pada menit ketujuh. Sayang, usaha tersebut hanya membentur mistar gawang.
Tak mau kalah, SFC juga mencoba melakukan tekanan. Akselerasi Siswanto pada menit ke-13 yang diakhiri dengan tendangan dari luar kotak penalti, masih melebar di sisi kanan gawang Arema yang dikawal oleh Kurnia Meiga Hermansyah. 
Menit ke-18 giliran Yohanis Nabar yang nyaris membobol gawang Singo Edan. Sayang, tendangannya yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang tak menemui sasaran.
Arema pun tak tinggal diam. Ahmad Bustomi dan kawan-kawan kembali melakukan tekanan. Hasilnya, Cristian Gonzales berhasil mencetak gol pada menit ke-23, lewat sepakan dari luar kotak penalti.
Dua menit berselang, skuat yang dilatih Suharno itu berpeluang menggandakan kedudukan, andai saja tendangan penalti yang dieksekusi Bustomi tidak melambung di atas mistar gawang.
Namun demikian, Alberto Goncalves berhasil membuat Arema memperlebar jarak lewat sundulannya yang memanfaatkan kemelut di depan gawang SFC pada menit ke-36. Setelah itu, kedua tim saling bergantian melakukan tekanan. Tempo pertandingan juga semakin meninggi. Vendry Mofu pun harus ditarik keluar lantaran diduga menderita cedera paha kanan yang cukup serius pada masa injury time. Skor 0-2 untuk Arema bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, SFC yang sudah tertinggal dua gol mencoba lebih agresif melakukan penyerangan. Sementara Arema terlihat lebih sabar dalam melakukan tekanan. Memasuki menit ke-60, tempo permainan kembali meningkat. Kedua tim saling bergantian melakukan tekanan. Namun beberapa peluang yang dihasilkan masih gagal berbuah gol.
Di antaranya tendangan bebas I Gede Sukadana pada menit-65, mampu ditepis Fauzi. Pun demikian sepakan dari luar kotak penalti yang dilepaskan Samsul Arif pada menit ke-77, juga masih mampu dibaca dengan baik oleh Fauzi.
Sebaliknya, serangan Laskar Wong Kito yang terkesan monoton selalu bisa dibaca dengan baik oleh lini belakang Arema. Skor 2-0 bagi Arema akhirnya tetap bertahan hingga wasit Handri Kristanto meniup peluit tanda pertandingan usai.
Sementara pelatih Arema Suharno tampak sumringah pasca kemenangan anak-anak asuhnya. “Kita berhasil menguasai permainan dan menciptakan peluang. Kemenangan sangat disyukuri dan menjadi modal untuk laga berikutnya,” tandasnya. (kie/cr01)

_____________

Keterangan foto: Lancine Kone (kanan) dihadang gelandang jangkar Arema Juan Revi. Dalam pertandingan ini Kone tidak berdaya mengangkat permainan tim. (foto koer/palembang pos)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses