Didoakan Susah Tidur dan Stroke

Didoakan Susah Tidur dan Stroke
Wakapolda Metro Jaya Brigjend Pol Nandang Jumarna (kiri), saat meninjau lokasi demo honorer K2, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/02). Foto Ricardo/jpnn.com
Posted by:

JAKARTA – Ribuan honorer kategori dua (K2), masih terus menyerukan rasa kecewanya kepada Presiden Joko Widodo. Mereka kecewa karena Jokowi tidak menemui para honorer, yang sudah datang jauh-jauh ke Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/2).
Berbagai macam kalimat cercaan sudah mereka keluarkan. Ada pula yang mendoakan mantan gubernur DKI Jakarta itu supaya dibukakan hatinya agar mau menemui para honorer. Saking kesalnya, ada seorang ibu-ibu yang mendoakan agar malam ini Jokowi tidak bisa tidur nyenyak.
“Kami doakan semoga Pak Jokowi nggak bisa tidur malam ini. Biar dia merasakan apa yang kami rasakan di sini,” seru honorer asal Bojonegoro tersebut. Ada pula yang mendoakan agar Jokowi terkena serangan stroke. “Biar Jokowi kena stroke,” teriak seorang honorer.
Hingga pukul 16.30 WIB, Jokowi belum juga menemui perwakilan honorer karena jadwal yang padat hari ini. Ribuan honorer sengaja berkumpul di depan Istana untuk meminta kejelasan nasib mereka agar diangkat menjadi CPNS.
Bahkan, ribuan honorer K2 baik perempuan maupun laki-laki tidak bisa menahan tangis ketika orator membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Diiringi lagu Syukur yang dinyanyikan seluruh honorer serta kumandang takbir serta sholawat, surat berisi permohonan honorer K2 mampu menggugah perasaan massa.
Banyak di antaranya yang menangis sesunggukan. “Kami mohon Presiden Jokowi membuka mata hatinya. Angkatlah kami jadi CPNS,” ujar orator dalam aksi demo nasional, Rabu (10/2). Orator menambahkan, honorer K2 adalah anak bangsa yang butuh perhatian Presiden Jokowi.
“Kami hanya butuh pengakuan atas pengabdian kami. Kami mengabdi puluhan tahun, tolong Pak Presiden buka hatimu,” serunya. Honorer K2, lanjutnya, masih menaruh harapan kepada Presiden Jokowi. Honorer K2 percaya Presiden masih punya hati.

#Jual Bensin Eceran
Di sisi lain, Tumini (48), seorang guru sekolah dasar, harus berjualan bensin eceran. Hal itu dikarenakan penghasilannya sebagai seorang guru honorer sangat kecil. “Keuntungan jual bensin paling banyak 50 ribu sehari,” kata Tumini di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/2).
Turmini sudah menjadi guru honorer selama 15 tahun. Ia mendapatkan penghasilan sebulan sebesar Rp 550 ribu. Hal itu membuat dirinya tidak mampu menutupi kebutuhan hidup. “Saya ngajar kelas satu SD tapi sampai sekarang belum juga jadi pegawai negeri sipil,” ucap Tumini.
Karena itu, Tumini menjelaskan, dirinya ikut aksi unjuk rasa yang dilakukan honorer kategori dua di Istana Negara. Ia berharap bisa mendapat upah yang layak dan segera mengangkat guru honorer menjadi PNS.?
Sementara itu, beberapa perwakilan dari ribuan pendemo honorer kategori dua (K2), masih terus menyerukan suaranya meminta kejelasan nasib kepada Presiden Joko Widodo agar diangkat menjadi CPNS.
Salah satu perwakilan honorer dari Kalimantan meminta agar para pedemo terus semangat dan tak gentar meminta kejelasan nasib kepada presiden, meski hujan sempat turun. Pria yang mengenakan kaos bertuliskan Borneo itu juga mengingatkan agar para pedemo tidak ada yang berpencar atau malah jalan-jalan di sekitar Monas.
“Kalau kalian jalan-jalan dan shopping di sana (Monas-red), kalian pengkhianat. Jangan pada duduk-duduk saja. Kita harus bersatu, kalau mau hujan-hujanan kita harus sama-sama basah,” serunya. Instruksi tersebut disambut sorak sorai para pedemo lainnya. “Setujuuu, setuju…,” jawab ribuan honorer serempak.

#Bisa Terjungkal
Sedangkan Politikus PDIP Arteria Dahlan yang ikut mendampingi perwakilan Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) memberikan peringatan keras kepada Presiden Joko Widodo. Jokowi diminta tidak memandang remeh aksi massa honorer K2 hari ini, Rabu (10/2).
“Hati-hati Pak Jokowi. Jangan remehkan honorer K2, Anda bisa terjungkal,” seru Arteria yang juga anggota Komisi II DPR RI dan disambut teriakan, “Jokowi turunnnnnn kau”. Dia menambahkan, seluruh fraksi di DPR RI akan mengganjal program Presiden Jokowi dan MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi bila tuntutan honorer K2 tidak dipenuhi.
“Saya tidak main-main Pak Jokowi. Saya pastikan seluruh anggota DPR RI akan memihak honorer K2, karena anggota dewan juga dikejar-kejar honorer K2,” tegasnya. Kepada honorer K2, Arteria meminta harus tetap kompak dan merapatkan barisan sebelum Jokowi mengeluarkan kebijakan. “Mari kita tetap bertahan di sini, jangan pulang sebelum ada hasil. Ingat untuk ke sini butuh dana besar, jangan sampai pengorbanan ini sia-sia,” ucapnya. (gil/esy/chi/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses