Diduga Selewengkan DD, Oknum Kades Masuk Bui

Diduga Selewengkan DD, Oknum Kades Masuk Bui
Kades Hairi (memegang map) ditahan di Rutan Muaradua
Posted by:

MUARADUA – Haidi Amri alias Amri (48), Kepala Desa Suka Banjar, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan yang diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017, Selasa (27/11) kemarin, ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Selatan.

Penetapan ini  dilakukan setelah adanya penyelidikan oleh tim Pidsus Kejari dan didapati dugaan bahwa Kades Suka Banjar menyalahi aturan dalam pengerjaan pembangunan jalan cor beton di desa tersebut. Atas dasar inilah Haidi Amri langsung di titipkan di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Muaradua.

Kepala Kejaksaan Negri OKU Selatan, Edi Ersan Kurniawan SH MHum didampingi Kasi Intelijen, Mario Churairo SH dan Kasi Pidsus Marimbun SH membenarkan adanya penyidikan terhadap Kepala Desa Suka Banjar.

Berdasarkan hasil penyidikan dan diperkuat oleh barang bukti (BB) yang ada,  Kades  langsung ditetapkan tersangka berdasarkan dari hasil penyidikan dengan bukti yang cukup dan sejumlah saksi-saksi.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami lakukan penahanan di Cabang Rutan Muaradua untuk menunggu proses penyidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Kejari menambahkan, penahanan ini sendiri dilakukan atas adanya adanya pasal dugaan korupsi tentang pekerjaan pembangunan jalan cor beton di desa yang ia pimpin, yakni adanya penyimpangan Dana Desa dan Dana Bumdes yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Kasus penyelewengan ini sendiri, ujarnya, ditangani begitu laporan dari masyarakat masuk. Dimana setelah di lakukan penyelidikan dan memiliki bukti yang cukup akhirnya Kades yang bersangkutan langsung di tahan di rutan.

“Saat ini yang kami lakukan proses penyidikan dengan penahanan. Prosesnya akan segera di tuntaskan untuk di serahkan ke penuntut hukum dan di tetapkan terpidana,” tuturnya.

Saat ini juga, sambungnya, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut karena yang bersangkutan sudah ditetapkan status tersangka.  Terkait alasan pihaknya menahan dan menitipkan tersangka di Rutan Muaradua,   dikhawatirkan tersangka akan menghilangkan BB dan jejak lainnya.

Untuk tersangka, terangnya, diancam pasal 2 ayat 1 junto 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda uang pengganti subside.

“Barang bukti sudah diamankan yakni berupa uang tunai senilai Rp44.000. 000 yang merupakan kerugian negara. Dimana dalam kasus kerugian mencapai Rp 253. 000.000 yang bersumber dana desa dan dana Bumdes tahun 2017,” pungkas Kejari. (res)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses