Diizinkan Tunda Kirim LJUN

Diizinkan Tunda Kirim LJUN
Terlihat salah satu petugas panitia melakukan scanner lembar jawaban UN SMA/SMK provinsi Sumsel. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Proses Scanner lembar jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) sudah mulai berlangsung. Tetapi ada lima daerah terpencil yang diizinkan menunda pengiriman Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN).
Salah satunya akses perjalanan sekolah kabupaten Empat Lawang yang sangat jauh, membuat Dinas pendidikan disana meminta pengiriman jawaban UN meminta izin pengiriman di batas akhir. Kemudian juga ada beberapa sekolah yang terletak di perairan seperti Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin meminta diundur buat pengiriman.
Saat ditemui di ruangan scanning di Baliteks Universitas Sriwijaya (Unsri), Ketua koordinator tim scanning Ujian Nasional (UN) Saparuddin mengatakan ada Lima kabupaten di Sumsel seperti Empat Lawang; Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba) meminta izin pengiriman di batas akhir. “Khusus kabupaten sekolah Empat Lawang diizinkan lantaran jarak mereka jauh, kasihan kalau harus bolak balik setiap hari. Pastinya akan memakan biaya banyak makanya pengiriman diberi waktu di batas akhir selesai UN. Sama halnya di wilayah perairan, kami berikan mereka izin tapi hanya sebagian sekolah perairan saja, untuk pengamanan lembar jawaban sudah dikirim para petugas panitia ke Empat Lawang dan kabupaten lainnya,” katanya.
Lanjutnya, kendati UN berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) berakhir Rabu (6/4), pihaknya memberikan kelonggaran satu hari agar kelima kabupaten melakukan pengiriman di batas akhir, yaitu Kamis (7/4). “Proses scanner membutuhkan waktu. Sebab setiap soal dari kabupaten kota harus dipilah-pilah dulu asal sekolah, nama siswa dan mata pelajaran. Setelah itu baru bisa discanner,” jelasnya.
Sedangkan soal UN di hari pertama saja, semua soal dari Kabupaten baru diterima pihaknya sekitar pukul 02,00 WIB. “Dengan menggunakan 8 mesin scanner dua tipe OMR dan DMR produk Amerika seharga Rp 200 juta, daya kerja mesin diketahui memilih kekuatan scanner 5000 eksemplar dalam satu jam,” bebernya.
Terkait target pengiriman LJUN ke pusat, diungkap Saparuddin pihaknya mulai di deadline sejak 5 April mulai melakukan pekerjaan. Lalu batas akhir pengiriman terakhir ke pusat tertera tanggal 21 April. “Kalau target kami tanggal 16 April sudah terkirim ke pusat, karena batas waktu diberi sekitar 12 hari dari 4 april kemarin,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses