Dilarang Gunakan Uang, Sembako dan Sara!

Dilarang Gunakan Uang, Sembako dan Sara!
Posted by:

PAGARALAM – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam harus hati-hati. Jangan sampai gegara salah bertindak, pencalonannya jadi berantakan. Setidaknya ada tiga hal yang harus mereka jauhi, yakni politik uang, isu suku agama dan ras (SARA) serta Sembako.
Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kota Pagaralam Mirian SE memastikan penggunaan politik uang sudah jelas dilarang dalam Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Karena itu dia mengingatkan semua Paslon untuk tidak menggunakan politik uang, terutama saat kampanye. “Politik uang itu arahnya ke transaksional, ini tidak boleh. Kalau terbukti bisa kena sanksi,” ujar Mirian, ditemui Palembang Pos usai rapat pleno terbuka penetapan Paslon Wako dan Wawako di aula SDN 74 Pagaralam kawasan Gunung Gare, kemarin.
Selain politik uang, kata Mirian, memainkan isu SARA dalam Pilkada juga tidak diperkenankan. Isu ini dicontohkannya seperti ajakan untuk memilih calon yang berdasarkan suku tertentu. Namun berbeda dengan politik uang, diakui Mirian, sanksi penggunaan isu SARA di Pilkada memang belum diatur dengan jelas. Yang ada saat ini disebutkan Mirian, sanksi penggunaan isu SARA ranahnya ada pada Pidana umum, bukan Pemilu. “Mirip-mirip ujaran kebencian. Itu (pidananya) kan larinya ke umum,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga ini.
Karenanya, lanjut Mirian, untuk sementara ini Panwas baru bisa memberikan semacam imbauan agar Paslon tidak menggunakan politik SARA dalam setiap kegiatan kampanyenya. Ia memastikan Panwas akan memantau penggunaan isu SARA ini dengan cermat. “Kami sedang menunggu peraturan Bawaslu RI yang khusus mengatur tentang isu SARA,” ucap Mirian.
Mengingat pentingnya dua hal tersebut, Mirian menambahkan, pada 14 Februari nanti pihaknya akan mengumpulkan semua calon. Inti acara kata dia, adalah semacam deklarasi anti politik uang dan politisasi SARA di Pilkada Pagaralam. Mirian berharap semua calon hadir dalam deklarasi tersebut tanpa terkecuali. “Deklarasi ini serentak nasional. Bagaimana formatnya apakah ada surat pernyataan, kita lihat nanti,” ucap Mirian.
Selain isu SARA, politik uang, ada satu hal lagi yang perlu dingat para Paslon, yakni Sembako. Selama berkampanye nanti para Paslon dilarang keras memberikan paket Sembako kepada warga. “Sembako termasuk bahan kampanye yang dilarang,” ujar Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Irfan AMd, kemarin.
Musababnya lanjut Irfan, lantaran paket Sembako tersebut sudah bernilai di atas Rp25 ribu. Adapun bahan kampanye yang boleh diberikan Paslon nilainya tidak boleh di atas Rp25 ribu. “Fokusnya pada nilai atau harga. Kalau di atas Rp25 ribu, apapun bentuknya tidak boleh. Tapi, kalau (nilainya) di bawah Rp25 ribu itu boleh,” kata Irfan.
Mirian membenarkan perihal larangan pemberian paket Sembako tersebut lantaran nilainya di atas Rp25 ribu. Satu paket Sembako yang biasanya berisi beras, minyak sayur, tepung terigu dan lainnya, diperkirakan memiliki nilai di atas Rp25 ribu. Untuk itu diakui Mirian, dalam Rakor bersama tim pemenangan, pihaknya sudah memberikan penjelasan. “Tujuan kami agar jangan sampai semua tim tahu dan paham aturan. Memberi barang kepada warga tidak dilarang, tapi nilainya tidak boleh di atas Rp25 ribu,” tegas Mirian. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses