Diperiksa 3 Jam, Langsung Ditahan

Diperiksa 3 Jam, Langsung Ditahan
Kepala BPBD OKU M Nasir, saat diamankan pihak Kejari Baturaja, karena terlibat dugaan korupsi. Foto Eko/Palembang Pos
Posted by:

BATURAJA – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Sudah turun tahta, masuk penjara pula. Beginilah nasib Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU M Nasir. Baru beberapa hari lepas dari jabatannya, dan kini menduduki deretan “bangku panjang” alias nonjob di Pemkab OKU, Nasir langsung dijebloskan ke Rutan Sarang Elang, Baturaja, Selasa (27/9).

Itu dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Baturaja, setelah melakukan pemeriksaan terhadap Nasir selama 3 jam lebih, Selasa (27/09), sejak pagi hingga siang. Sekitar pukul 12.10 WIB, Nasir langsung digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Baturaja, setelah sebelumnya menandatangani berkas penahanan di ruang Kasi Pidsus Anton NA.

Penahanan Nasir berkaitan dengan kasus dugaan korupsi kegiatan pembangunan talud, di seputaran wilayah Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, dengan anggaran Rp 267 juta, pada APBD 2013 lalu. Pembangunan talud itu diduga merugikan negara sekitar Rp 90 juta. Saat itu yang bersangkutan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan talud.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kita langsung melakukan penahanan yang bersangkutan di Rutan Sarang Elang Baturaja,” ungkap Kajari Baturaja Sugeng Sumarno, melalui Kasi Pidsus Anton NA, didampingi Kasi Intel Indra Senjaya.

Atas perbuatannya tersebut, Nasir dijerat pasal 2, 3 dan 9 UU 31 tahun 1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan UU No 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Nasir sendiri dibeberkan dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 20 September 2016 lalu, setelah keluar audit BPK dan kelengkapan fakta-fakta, serta keterangan. “Makanya kita tetapkan sebagai tersangka, dan hari ini (kemarin) langsung ditahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut disebutkan, sudah banyak saksi yang diperiksa terkait kasus ini, dimana ada sekitar 25 orang. Utamanya orang-orang di seputaran Pemda itu sendiri. Bahkan diantaranya ada pejabat yang berada di level di atas Nasir. Penetapan tersangka terkait kasus itu sendiri baru Nasir seorang diri.

Mengenai apakah bakal ada tersangka lain? pihak Kejari tak mau berandai-andai. “Untuk sementara baru Pak Nasir. Soal apakah akan ada tersangka lain, kita tidak bisa berandai-andai. Kita lihat perkembangannya, karena kasus ini prosesnya akan dilanjutkan di persidangan,” katanya.

Disinggung mengenai barang bukti, pihak Kejari mengklaim bahwa dokumen dan data-data terkait kasus tersebut dirasa cukup untuk menggiring yang bersangkutan ke meja hijau. Selama pemeriksaan, tersangka juga cukup kooperatif.

Namun sebetulnya, pemanggilan pemeriksaan terhadap tersangka merupakan panggilan yang kedua. Sebab pada panggilan pertama, yang bersangkutan mangkir dengan tidak ada alasan urgen.

Diketahui, M Nasir lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBD OKU, pada Jumat lalu, saat Bupati OKU merombak kabinetnya pada eselon III dan IV, di halaman rumah dinasnya. Nasir termasuk pejabat yang masuk bangku panjang, dan menjadi staf biasa alias sebagai fungsional umum pada bagian organisasi Setda OKU. Posisinya sebagai Kepala BPBD digantikan mantan Sekcam Lubuk Batang. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses