Dipicu Soal Setoran, Jukir Bunuh Teman

Dipicu Soal Setoran, Jukir Bunuh Teman
Tersangka Hajri yang ditembak di kedua kakinya di RS Bhayangkara, kemarin.
Posted by:
PALEMBANG –  Diduga dipicu persoalan setoran uang parkir di Jalan Gubernur H Bastari sekitaran kantor Smartfren Jakabaring Palembang, dua juru parkir (jukir) di sini terlibat perkelahian tak seimbang. Peristiwa terjadi, Jumat (24/08), sekitar pukul 23.00 WIB.

Hajri alias Ayik (32) nekad menghabisi temannya sendiri, Andre Irawan alias Unyil (35), warga  Jalan Anggrek Raya, RT 44/05, Kelurahan 15 Ulu, Palembang. Unyil dibunuh sangat sadis. Sebelum ditikam bagian perut, wajah Unyil disiram cuka para.

Berkat kesigapan polisi, Hajri yang merupakan warga  Jalan Dr M Isa, Lorong Kia, RT 14/04, Kelurahan Kuto Batu, Palembang berhasil dibekuk. Dia ditangkap Tim Unit IV Subdit Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri SH di sebuah rumah kawasan Talang Betutu Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Senin (27/08), sekitara pukul 13.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi membonus dua butir peluru di kedua kaki tersangka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini Hajri meringkuk di tahanan sementara Mapolda Sumsel.

Menurut polisi, perkara pembunuhan itu  berawal saat korban menghubungi Hajri melalui ponsel dengan nada marah. Korban juga menantang karena uang  Rp 210 ribu belum disetorkan oleh tersangka.

Merasa ditantang,  Hajri jadi tersinggung. Lalu, Hajri menyambut tantangan korban dengan bertemu di lokasi kejadian. Hajri mengajak Gery (DPO) untuk menemui korban.

Sebelum menemui korban, Hajri menyiapkan pisau dan air keras cuka para  dalam botol. Dengan berboncengan motor mereka mendatangi korban  di Jalan Gubernur H Bastari depan warung kantor Smartfrien Jakabaring.

Sewaktu bertemu korban di lokasi, tanpa banyak basa-basi lagi, Hajri menyerang dengan menyiram air keras mengenai badan, tangan dan wajah korban. Tak ayal, korban yang tidak menyangka akan diserang secara tiba-tiba, tidak sempat membalas, lantaran kepanasan akibat terkena siraman cuka para.

Saat itulah,  Hajri tidak memberikan kesempatan korban  untuk melakukan perlawanan. Kembali tusukan pisau mendarat di perut korban. Akibatnya korban tekapar bersimbahkan darah hingga tewas.

Atas perkara tersebut, petugas melakukan penyelidikan di TKP dan keterangan saksi, hingga berhasil meringkus tersangka.  Dalam penangkapan tersebut, tersangka berusaha melawan dengan menggunakan pisau. Alhasil terjangan timah panas dilepaskan dan mendarat di kedua kaki tersangka.

“Aku tidak ada niat membunuh. Memang aku bawa uang Rp 210 ribu itu. Total setoran sehari di aku Rp 700 ribu. Itu uang parkir di samping Smartfren, lagi ada acara Asian Games. Tapi uang itu tidak aku makan. Ya, aku bawa pulang tapi dikasih sama dia (korban Unyil) lagi. Rupaya dia emosi, ngomong kasar dan kotor. Aku tidak terima, dia juga nantang. Itulah aku siram cuka para terus aku tusuk,” ungkap Hajri kepada Palembang Pos.

Kasubdit 3 Jatanras Dit Res Krimum Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara SIk didampingi Kompol Zainuri SH selaku Kanit IV menegaskan telah mengamankan tersangka pembunuhan sadis. “Kejadiannya ini malah hari. Motifnya karena ada perselisihan masalah setoran uang parkiran. Lalu korban menantang dan mengeluarkan kata kasar, sehingga tersangka tersinggung,” ungkapnya.

Selain tersangka barang bukti sebilah pisau juga kita amankan. ”Untuk perbuatan tersangka ini akan dijerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP, tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia, jo pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancamannya minimal 15 tahun hingga seumur hidup,” tukas Yoga.(adi)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses