Disdag Masih Temukan Barang Non SNI

Disdag Masih Temukan Barang Non SNI
Posted by:

PALEMBANG-
Berbagai jenis barang mulai dari elektronik, pertanian, pangan hingga pakaian dalam yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) masih banyak ditemukan oleh Tim Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, kemarin.
Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan di sejumlah toko di Kota Palembang, ternyata sejumlah barang-barang yang dibeli tersebut masih tak memenuhi SNI. “Ternyata di Palembang masih ditemukan barang-barang yang tak memenuhi SNI. Barang itu mulai elektronik hingga pakaian dalam tak berlabel,” ungkap Wahyu saat ditemui di Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel.
Ia menjelaskan, barang-barang tersebut diantaranya seperti sabuk pengaman tidak SNI yang di jual di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian juga menemukan produk besi tulang beton hingga seng.
Selain itu, kata dia, tim yang terjun di lapangan juga menemukan produk elektronik seperti kipas angin, setrika, DVD, dispenser, printer dan sebagainya. Sebagian produk yang dibeli oleh tim, ada yang memenuhi dan ada yang tak memenuhi SNI. “Misal seperti printer itu, hanya kurang lengkap karena tak dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan. Untuk produk-produk elektronik lainnya secara kasat mata barang itu dari Cina,” tambah dia.
Dari temuan produk tanpa SNI ini, sambung Wahyu, masing-masing produk diambil sampelnya untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui apakah produk tersebut aman digunakan baik untuk keselamatan dan kesehatan pengguna. “Kita ambil sampelnya dulu dan ini semua akan kita bawa untuk dilakukan uji laboratorium,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Yustianus menambahkan, pihaknya bersama tim dari pusat menggelar pengawasan berskala. Jadi saat ini untuk mengawasai seberapa jauh pelaku usaha dalam menjual barang-barang yang dijualnya. “Dari hasil pengawasan masih banyak yang belum sesuai dan memenuhi SNI. Salah satunya tak ada logo SNI dan tak berlabel. Ada juga produk makanan, namun untuk makanan lebih diawasi oleh BPOM, tetapi kita tetap mengawasi dari sisi SNI-nya,” katanya.
Yustianus juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif membeli barang. Jangan hanya karena murah, langsung tergiur untuk membeli. Tanpa memperhatikan komposisi, bahan penggunaan serta standar yang ditentukan. “Murah tapi tidak aman kan bahaya juga. Seperti HP merk tertentu. Harus ada petunjuk pemakaian dalam bahasa Indonesia. Lalu harus ber SNI. Kalau tidak ada ketentuan itu, lebih baik tidak usah dibeli,” ujarnya.
Masih kata Yustianus, pihaknya bakal memberi peringatan kepada pedagang untuk tidak menjual barang yang tidak memenuhi ketentuan syarat. Apabila masih ditemukan, barang tersebut akan disegel dadn tidak boleh diperdagangkan. “Tokonya boleh beroperasi. Tapi barangnya tetap akan disegel untuk tidak diperdagangkan,” ungkapnya. (cw05)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses