Disdikpora Usul Bangun 3 Sekolah Baru

Disdikpora Usul Bangun 3 Sekolah Baru
Drs H Herman Wijaya SPd Msi, Kasi Manajemen dan Prasarana Pendidikan SMP/SMA/SMK.
Posted by:

PALEMBANG – 2016 ini, bakal ada tiga sekolah yang baru diusulkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seperti SMPN 59 di kawasan Talang Jambe, SMPN 60 di Kecamatan Seberang Ulu 1 (SU 1) dan SMAN 23 di Sematang Borang. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) terutama sekolah menengah pertama dan lanjutan.
Kasi Manajemen dan Prasarana Pendidikan SMP/SMA/SMK Drs H Herman Wijaya SPd Msi mengatakan memang tahun ini ada 3 sekolah usulan sekolah baru dilakukan dengan menggunakan sistem sharing. Pemkot Palembang menyediakan lahan sekolah sesuai dengan Permendikbud 36/2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. “Pemkot menyediakan lahan sekolah sementara pengusulan pembangunan gedung sedang diusulkan ke kementerian,” katanya.
Seperti rencana pendirian SMPN 59 Palembang, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektar di Kelurahan Talang Jambe atau berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuasin dan SMPN 60 Kecamatan SU 1 atau di belakang PT Ali. “Namun rencana pembangunan SMPN 60 mengalami kendala, karena akses menuju sekolah sangat sempit dengan lebar jalan 1,5 meter. Kondisi ini mempersulit alat berat mengangkut bahan material bangunan. Belum lagi di dekat area sekolah ada aktivitas pasar rakyat yang akan memperlambat kegiatan pembangunan,” ungkapnya.
Selanjutnya, pembangunan SMAN 23 Palembang di kawasan Sematang Borang masih berupa rawa dan harus dilakukan penimbunan. Dia mengaku jika anggaran pendirian Unit Sekolah Baru (USB) tidak tersedia sehingga pihaknya berencana akan mengajukan subsidi silang kepada Pemkot Palembang. “Rencana pendirian SMAN 23 berada di atas rawa, kami butuh dana tambahan untuk dilakukan penimbunan,” bebernya.
Mengenai dana yang dibutuhkan buat pembangunan tahap awal sebesar berkisar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar. Dana tersebut untuk membangun tiga unit gedung kelas, 1 ruang guru, kantor dan toilet. “Diperkirakan SMP butuh Rp1 miliar sedangkan SMA sekitar Rp1,5 miliar. Luas ruang belajar untuk SMP dan SMA berbeda” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses