Disekap, Siswi Diperkosa Kenalannya

Disekap, Siswi Diperkosa Kenalannya
Tersangka Arafah saat diamankan di ruang Unit PPA Polres Muba, Rabu (20/4). F romi Palembang Pos
Posted by:

SEKAYU – Polsek Tungkal Jaya berhasil mengamankan seorang pemuda bernama Arafah (26) warga Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya. Penangkapan  tersangka, Selasa (19/4) sekitar pukul 14.00 WIB, dilahan 1 blok B 8 PT SMB Desa Tungkal Jaya karena telah melakukan pemerkosaan anak dibawah umur.
Kapolres Muba AKBP M Ridwan S.Ik melalui Kapolsek Tungkap Jaya Iptu Dedi Heryanto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka telah memperkosa anak dibawah umur, sebut saja Indah (17), masih pelajar.
“Atas laporan diterima dengan nomor: LP/B-57/IV/2016/Sumsel/Muba/Sek Tungkal Jaya 19 April sekitar pukul 10.00 WIB. Hari itulah kita langsung menangkap tersangka di kebun PT SMB ketika sedang bekerja,” ungkap Dedi, Rabu (20/4).
Kronologisnya lanjut Dedi, pelaku menyalurkan hasratnya pada Kamis (14/4) sekitar pukul 08.00 WIB dibarak lahan 1 Blok B 8 PT SMB Desa Peninggalan. Ketika itu, pelaku menghubungi korban untuk datang ke kediamannya.
Setelah itu, korban tanpa merasa curiga datang ke kediaman pelaku. Pelaku kemudian memaksa korban untuk masuk ke kamarnya. Selanjutnya, korban yang dipaksa masuk langsung dibekap pelaku sambil mengunci kamar.
Pelaku membekak korban dengan menggunakan kain. Sambil menekan, pelaku lalu memperkosa korban. Pelaku menyalurkan hasratnya hingga 3 kali secara berulang-ulang.
Sementara korban yang takut ancaman pelaku, hanya bisa pasrah dengan apa yang menimpa dirinya. Korban sendiri dapat meloloskan diri dari sekapan, dengan memanfaatkan kelengahan pelaku usai melampiaskan nafsu bejatnya.
“Untuk Barang Bukti sendiri, kita mengamankan1 lembar rok panjang abu-abu, 1 celana dalam warna kebiruan, 1 baju lengan panjang warna biru laut. Sementara tersangka kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anal (PPA) Polres Muba,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit PPA Polres Muba, Ipda Khoiruna menambahkan, dari keterangan tersangka sendiri  mengenal korbannya dari adik sepupu lewat handphone (Hp), dan berkenalanlah selama 1,5 bulan lamanya.
“Dari sanalah mungkin punya niat jelek untuk memperkosa korban, sekarang ini korban mendekap dibalik jeruji besi Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya serta kita kenakan UU 35/ 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 2002 tentang perlindungan anak ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terangnya.
Di hadapan polisi, pelaku mengaku, baru mengenal korban 1,5 bulan. “ Itu aku kenal dari adik sepupu. Kami komunikasi lewat telepon, kadang kami ketemu. Aku tuh seneng samo dio, pernah aku ajak nikah, tapi dio katonyo masih nak kesekolah. Terus aku perkosa dio untuk buktike cinto aku, itu jugo aku baru sekali itulah. Aku siap tanggung jawab,” aku pelaku. (omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses