DMJ-AMDAL-DAS Gedung Lippo Disoal

DMJ-AMDAL-DAS Gedung Lippo Disoal
Para mahasiswa yang tergabung dalam gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Lubuklinggau saat melakukan protes terkait DMJ Amdal dan DAS Gedung Lippo, kemarin (5/12). Foto Maryati Palembang Pos
Posted by:

LUBUKLINGGAU – Protes terhadap pembangunan gedung Lippo Plaza Lubuklinggau dari berbagai elemen terus begulir. Kali ini giliran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lubuklinggau yang kembali melakukan aksi protes ke gedung dewan, Senin (5/12).

Dalam aksi itu, sejumlah massa lagi-lagi mempertanyakan perizinan yang dikantongi oleh pihak Lippo Plaza Lubuklinggau. Mulai dari izin penggunaan Daerah Milik Jalan (DMJ), izin pengelolaan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Daerah Aliran Sungai (DAS).

Ketua GMNI Lubuklinggau, Angga Juli  Nastionsyah, menyatakan bahwa pihak Lippo Plaza Lubuklinggau tidak mengantongi izin lengkap dari pihak yang berkompeten. Karena hingga kemarin, pihak Lippo Plaza tidak berani mempublikasikan izin yang telah dikantongi.

“Untuk itu, kami meminta agar eksekutif dan legislatif mengawali persoalan ini sampai tuntas,” ujar Angga.
Sebab lanjut Angga, pihak Lippo Plaza Lubuklinggau bukan saja telah mengangkaingi pemerintah tetapi juga telah mengangkangi UU No. 34 Tahun 2006  tentang Jalan dan UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolalaan Lingkungan Hidup.

“Pihak Lippo Plaza Lubuklinggau telah mengangkai pemerintah dan mengangkai UU,” tegasnya.
Ditambahkan Angga, sebelum menyambangi gedung dewan GMNI juga terlebih dahulu telah melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Lippo. “Gdung Lippo telah kami segel sebagai bentuk kekecewaan atas pelanggaran yang dilakukan,” jelas Angga.

Sementara dalam orasinya massa bukan saja mendessak pihak Lippo Plaza untuk menunjukan seluruh izin pembangunan, baik izin itu DMJ, AMDAL, maupun DAS. Tetapi massa juga mendesak Lippo Plaza Lubuklinggau menunjukan sketsa bangunan gedung yang telah disepakati dari awal apakah sesuai dengan yang telah dibangun seperti sekarang.

Menyikapi aspirasi para pengunjuk rasa, Ketua DPRD Lubuklinggau, Rodi Wijaya, didampingi Wakil Ketua I, Taufik Iswanto, dan sejumlah anggota dewan lainnya menyatakan bahwa bukan hanya GMNI yang mempertanyakan soal perizinan yang dikantongi pihak Lippo Plaza Lubuklinggau. Tetapi GMNI merupakan elemen masyarakat yang kesekiannya mempertanyakan persoalan itu.

“Kalau saya jelaskan satu-satu nanti pihak yang lainnya lagi belum jelas, alangkah baiknya kalau semua elemen masyarakat duduk satu meja dan membahas persoalan ini,” kata Rodi.

Dia juga berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara seluruh elemen masyarakat, pihak Lippo Plaza Lubuklinggau dan pemerintah, agar semuanya bisa jelas dan tuntas. “Dewan sanggup memfasilitasi,” janji Rodi. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses