Dodi Waspadai Head to Head

Dodi Waspadai Head to Head
Dodi Reza Alex
Posted by:

PALEMBANG – Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indomatrik pada 3-10 Oktober 2017, tren elektabilitas calon gubernur Sumsel, H Dodi Reza Alex, Ishak Mekki dan Herman Deru mengalami kenaikan. Akan tetapi semuanya masih dalam margin eror yakni 3,5 persen, sehingga belum bisa disimpulkan siapa yang lebih unggul.

Demikian dikatakan Direktur Indomatrik, Husin Yazid, kepada koran ini kemarin. Menurutnya, saat survei 5-12 September lalu, elektabilitas Herman Deru 17,20%, disusul Ishak Mekki 13,85 persen dan Dodi 12,75 persen. Sedangkan survei kedua yang dilakukan 3-10 Oktober, elektabilitas Deru 17,24 Persen atau bertambah 0,04 persen, disusul Ishak 14,16 persen (bertambah 0,31) dan Dodi Reza 15,75 persen (naik 3 persen).

‘’Dari survei ini terlihat kalau elektabilitas Dodi mengalami kenaikan yang signifikan yakni 3 persen. Sedangkan Deru dan Ishak juga mengalami kenaikan tetapi trennya melambat,” ujar Husin.

Menurut Husin, untuk maju pilkada ada 3 hal yang harus dimiliki calon yakni, figur, dimana calon yang akan diusung adalah sosok yang disukai oleh masyarakat. Kemudian kompetensi calon, seperti pengalaman dan kemampuannya baik dari segi finan sial maupun dalam memimpin. Yang terakhir adalah mesin politik, karena untuk bisa maju calon harus mempunyai mesin politik.

‘’Nah, kalau saya lihat, ketiga calon ini (Dodi, Deru dan Ishak Mekki ini mempunyai ketiganya, walaupun beberapa calon masih terus berusaha untuk mencari dukungan partai,” katanya.

Sementara itu, akademisi yang juga pengamat politik Sumsel, Ade Indra Chaniago MSi mengatakan, dari ketuga calon yang ada, peluang Dodi untuk menang sangat besar.

‘’Pertama Dodi berpasangan dengan kader partai besar yakni PDI P, selain itu Dodi adalah bupati Muba yang saat pencalonan hanya cuti, sehingga kemungkinan untuk menggunakan kekuasaanya sangat terbuka lebar. Nah yang terakhir, Dodi adalah putra mahkota, yang saat pilkada berlangsung Pak Alex masih menjabat, dan dia juga punya wewenang untuk menentukan siapa yang behak menjadi PLT di 9 kabupaten kota yang melakukan pilkada. Jadi bukan tidak mungkin beliau menggunakan kekuasaanya untuk menyiapkan red capret untuk anaknya,” papar Ade.

Hal ini, menurut Ade, harus dipertimbangkan oleh kandidat lainnya, agar tidak membuang uang kelebak.

“Kalau belajar dari pemilukada Muba 5 tahun lalu, Dodi akan kalah bila Head to head. Apalagi momentnya juga sama, dulu konsentrasi pak Alex agak pecah karena pada saat bersamaan harus menyukseskan SEA Games. Nah sekarang, pilkada Gubernur akan berbarengan dengan Asian Games, bila konsentrasi pak alex juga tidak bulat, maka kejadian 5 tahun lalu bisa terjadi kembali,” bebernya.
Sementara itu, pengamat politik Sumsel, Hendri Zainuddin menilai kalau semua calon mempunyai peluang untuk menang. “Hanya saja, peluang Dodi, akan besar bila berpasangan dengan calon dari PDI P. Karena PDI P mempunyai 2 calon yakni Giri dan ESP, maka semua kemungkinan masih bisa terjadi,” ujarnya.

Hendri juga menyebut kalau pilkada Sumsel ini bukan hanya pertarungan di Sumsel, saja, tetapi merupakan pertarungan elite politik ditingkat pusat. ‘’Kalau saya lihat, campurtangan pusat sangat kental. Kalau Deru telah mendapat dukungan dari NasDem dan PAN itu sangat luar biasa, apalagi kabar terakhir menyebut Deru juga telah dipanggil Jokowi. Kalau memang, pusat All Out dukung Deru, maka peluangnya juga sangat besar, begitu pula dengan Ishak Mekki yang mendapat dukungan penuh dari Partai Demokrat,” bebernya. (del)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses