Dorong Berdirinya Institusi Seni

Dorong Berdirinya Institusi Seni
Mahasiswa dan dosen UIGM menggelar seminar nasional di aula lantai 3 UIGM. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Sebanyak 100 Peserta baik mahasiswa dan dosen dari Prodi Desain Komunikasi Visual Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), mengikuti kegiatan Seminar Nasional dengan tema Pengaruh Seni Rupa dan Desain dari Zaman ke Zaman. Dalam seminar itu mencuat pentingnya keberadaan Institusi Seni untuk berdiri di daerah.

Pasalnya kemajuan zaman teknologi membuat institusi kesenian yang ada di masyarakat menjadi pudar atau terlupakan oleh peradaban bangsa. Acara kegiatan berlangsung di gedung aula UIGM lantai 3, Rabu (30/3).

Sebagai salah satu Pemberi materi dari Universitas Negeri Semarang Prof Dr Tjetjep Rohendi R MA mengatakan dirinya berkeinginan menjelaskan tentang peranan seni didalam pengembangan peradaban pengetahuan. “Fokus besarnya saya mau melihat seni sebagai penunjang peradaban, seperti diketahui seluruh kemajuan baik dari Hp, fashion dan pembangunan semuanya itu menggunakan desain visual dan seni,” katanya.

Akan tetapi permasalahan sekarang ini pengembangan kebudayaan tidak memperdulikan seni dan belum dilibatkan sabagai peradaban dalam pembangunan. “Padahal dari seni inilah yang bisa melahirkan beberapa inovasi,” ujarnya.
Jadi tidak ada keseimbangan terutama dari segi pemikiran. Ini terbukti dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) belum banyak memiliki fakultas bidang kesenian, walaupun hanya beberapa Univesitas besar saja seperti UI, Unsri dan Universitas di Jawa. “Makanya itu diperlukan PT atau institusi pendidikan seni di berbagai daerah. Jangan terpusat di Jawa saja, karena setiap daerah pasti mempunyai potensi unik,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengajukan kebeberapa PT di seluruh daerah untuk mendirikan institusi seni atau berbasis seni. Palembang sendiri yang terkenal songket luar biasa akan sejarah masa lalu, tapi saat ini belum ada penggalian yang dalam akan seni itu sendiri. “Cara pemikiran selalu diukur dengan pengetahuan, tapi seni tidak masuk, sedangkan Negara Korea, Jepang dan Amerika sudah melibatkan pengetahuan kedalam akan seni,” bebernya.

Oleh sebab itu teknologi jangan sampai membuat seni menjadi tertinggal, lantaran setiap daerah mempunyai potensi, sudah waktunya setiap daerah masing masing harus mempunyai institusi seni, disamping bisa bersaing dengan PT Sains. “Kedepan dengan adanya Institusi seni bisa berkembang dan dapat mempromosikan kekayaan seni nya dengan daerah lain,” tandasnya.

Sementara itu, Dosen UIGM Erwan Suryanegara MSn mengatakan untuk institusi kesenian di kota Palembang masih dalam kabut. “Semoga ditahun depan akan ada kampus atau lembaga pendidikan seni,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses