Dua Desa Dihantam Puting Beliung

Dua Desa Dihantam Puting Beliung
Kondisi rumah warga yang rusak berat pascaputing beliung
Posted by:
MUARA ENIM – Warga Desa Tanjung dan Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, Minggu (21/10), sekitar pukul 17.30 WIB, mendadak heboh dan panik. Penyebabnya,  hujan deras disertai angin kencang  yang menyapu puluhan rumah warga dua desa ini.

Pada kejadian itu, tidak ada menelan korban jiwa. Namun setidaknya ada 2 rumah warga pada bagian atapnya yang mengalami roboh total. Sedangkan  sekitar 50 rumah warga lainnya mengalami rusak berat dan ringan pada bagian atapnya.

Akibat angin puting beliung itu, membuat sejumlah pohon mengalami roboh. Bahkan ada sebatang pohon durian mengalami roboh menimpa tiang listrik PLN yang berada di jalan lintas Desa Simpang Tanjung.

Aliran listrik di wilayah kecamatan Belimbing dan Kecamatan Cinta Kasih mengalami padam total hingga pagi hari. Kemudian arus lalu lintas Muara Enim-Prabumulih di lokasi tiang PLN yang ambruk juga sempat mengalami macet total.

Arus lalu lintas baru normal kembali, setelah warga berhasil mengevakuasi tiang listrik yang roboh ke badan jalan dengan menggesernya ke pinggir badan jalan ditarik menggunakan mobil truk.

Kemudian ada juga patang pohon jati yang menimpa gedung ruang kelas SMP Negeri 1 Belimbing. Dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Begitu juga proses belajar mengajar tetap berjalan, karena siswa yang selama ini belajar di kelas tersebut untuk sementara waktu dipindahkan ke ruang kelas lainnya.

Sebagaimana data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, dua rumah warga yang roboh total pada bagian atapnya yakni milik Yusman, warga Dusun IV, Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing.

Rumah tersebut pada bagian atapnya terbuat seng multirup. Dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Kemudian rumah milik Rusman, warga Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing.

Rumah tersebut bantuan beda rumah. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Kemudian rumah milik satu rumah kosong yang telah ditinggal penghuninya di Desa Teluk Lubuk juga ikut roboh.

Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH usai mengikuti rapat paripurna DPRD, Senin (22/10), langsung berangkat ke lokasi kejadian untuk melihat secara langsung kondisi rumah dan warga yang mengalami musibah tersebut.

“Saya belum tau persis bagaimana kondisi kejadian yang sebenarnya, usai rapat paripurna ini saya dan pak Wabup akan melihat langsung ke lokasi bencana,” jelas Bupati yang dijumpai di sela sela rapat paripurna.

Menurutnya, usai kejadian dia telah memerintahkan BPBD Muara Enim dan Camat Belimbing, untuk melakukan pengecekan dan pendataan ke lapangan warga yang rumahnya terkena musibah tersebut.

“Sesuai laporan yang saya terima ada dua rumah warga bagian atapnya yang roboh, satu rumah milik warga Desa Tanjung dan satu lagi milik warga Desa Teluk Lubuk,” jelasnya.

Menurutnya, setelah dilakukan pendataan, pihaknya akan membahas permasalahan tersebut pada rapat. “Masalah perbaikan penanggulangan rumah warga yang rusak, nanti akan kita bahas dalam rapat khusus apakah perbaikannya akan menggunakan dana cadangan bencana alam atau bagaimana,” jelasnya.

Bupati juga mengaku telah memerintahkan OPD terkait untuk mengambil tindakan tanggap darurat untuk membantu warga yang terkena musibah.

Sementara itu, Kepala BPBD Muara Enim, Tasman, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terhadap rumah warga yang rusak akibat angin putting beliung tersebut. “Untuk sementara itu jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat dan rusak ringan sekitar 50 rumah. Namun jumlah itu masih kita akuratkan lagi datanya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, sejumlah warga mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu kondisi cuaca mengalami mendung dan turun hujan deras bercampur petir.  Hujan deras bercampur petir keras itu dibarengi dengan angin yang cukup kencang.

“Ketika hujan deras dibarengi angin kencang datang, warga kebanyakan barada di dalam rumah. Tiba tiba angin kencang itu menyapu atap rumah warga. Warga sempat menjerit minta tolong dan ketakutan,” jelas seorang warga.

Warga juga terlihat mulai memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat disapu angin putting beliung. Perbaikan yang mereka lakukan dengan cara bergotong royong sesame keluarga dan ada juga yang melakukan perbaikan secara perorangan. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses