Duel Maut, Tewas Ditangan Adik Ipar

Duel Maut, Tewas Ditangan Adik Ipar
Jasad korban saat dibawa ke kamar jenazah RSU Muhammadiyah Palembang, Selasa (9/8). Foto: Poetra Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – M Sidik (40) nampaknya harus mati dengan kondisi mengenaskan, itu terlihat dari darah segar yang memenuhi tubuhnya berasal dari luka tusuk sebanyak 6 liang. Korban ditikam Agus Salim (38), yang tak lain, adik iparnya sendiri saat terlibat pertarungan satu lawan satu.

Perkelahian keduanya diketahui berlangsung di kawasan Tegal Binangun Lebak Berayun, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, Palembang, Selasa siang (9/8).

Akibatnya, korban, yang beralamat di Jalan Tegal Binangun Lorong Swadaya RT 20/06 harus meregang nyawa. Sedangkan pelaku Agus Salim (38), yang sempat kabur, akhirnya berhasil diringkus polisi di kawasan Sungai Rebo.

Informasi yang dihimpun, duel maut antara korban dan pelaku itu terjadi di depan gerbang SMP-SMA Fitra Abdi, Jalan Tegal Binangun, sekitar pukul 12.30 WIB. Ketika itu, korban yang sampai ke sekolah untuk menjemput anaknya lalu duduk di atas sepeda motornya yang tengah diparkir.

Tak lama, datanglah pelaku Agus mendekati korban. Diduga ada dendam lama, setelah dekat, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Diserang secara spontan, korban yang terkejut sempat melakukan perlawanan namun karena serangan pelaku dilakukan mambabi buta, membuat satu tusukan langsung mengenai punggung korban.

Dari keterangan saksi mat,a di lokasi kejadian, korban sempat melakukan perlawanan dengan cara mendekap pelaku. Namun karena kondisi sudah tertusuk, korban yang kehabisan darah melemah hingga pelaku kembali menikam korban.

“Dia (korban) sempat saya lihat duduk sebentar, tapi kondisinya sudah berdarah. Saat mau dibawa ke rumah sakit, korban sudah meninggal dunia. Korban itu memang mau menjemput anaknya di sekolah itu,” ujar Anis, keponakan korban ketika ditemui di Kamar Jenazah RSU Muhammadiyah Palembang, Selasa (9/8).

Perkelahian antara korban dan pelaku ini juga sempat dilihat warga sekitar. Namun sayangnya, warga tidak berani mendekati karena tersangka Agus memegang pisau.

“Banyak orang yang melihat kejadian, termasuk saya. Tapi tidak berani mendekat untuk melerai. Saya sendiri ketika melihat kejadian tidak tahu siapa yang berkelahi, karena korban dan pelakunya memakai helm. Setelah saya lihat, ternyata korban dan pelakunya saya kenal semua. Mereka itu iparan dan motifnya mungkin masalah warisan,” ujar Nasibun, salah seorang saksi mata yang juga ikut melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Sementara itu Kapolsek Plaju, AKP Andi Haryadi membenrakna adanya kejadian tersebut, bahkan saat ini berkat informasi masyarakat dan gerak cepat tim, pelaku yang sempat kabur langsung dapat diamankan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku berhasil dibekuk sesaat kejadian. Sementara ini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan motif terjadinya penikaman masih dalam penyidikan petugas. Barang bukti berupa pisau juga turut kita amankan. Tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” tegas Andi.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses