Dukungan ke Jokowi Bukti Mesin Golkar Lemah

Dukungan ke Jokowi Bukti Mesin Golkar Lemah
Ilustrasi.
Posted by:

JAKARTA – Mesin kaderisasi Partai Golkar pasca berkonflik selama satu tahun sedang lemah. Oleh sebab itu, Setya Novanto Cs tidak mengusung kader sebagai calon presiden (capres) dari internal partai. Alhasil, deklarasi dukungan partai beringin ke Jokowi pada pemilu 2019 bisa diartikan langkah realistis.

”Mesin kaderisasi Golkar sedang lemah sehingga tidak bisa mengusung calon presiden dari internal partai,” ungkap Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Voxpol Center kepada wartawan saat dihubungi melalui ponselnya.

Bahkan, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu, menduga Partai Golkar sedang mengincar sejumlah posisi strategis. Misalnya, wakil presiden dan sejumlah kursi menteri.

Namun, Pangi mengingatkan, agar Partai Golkar berhitung ulang soal untung-rugi mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi meski tahun politik baru dimulai tiga tahun lagi. ”Sebagai partai besar, Golkar masih punya peluang usung capres sendiri,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyatakan proses konsolidasi di internal partainya tetap berjalan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Golkar mencanangkan satu juta kader yang akan ditugaskan sebagai saksi di TPS pada ajang pilkada dan Pemilu 2019.

Untuk itu, menurutnya, DPP Golkar harus sering ke daerah-daerah bertemu dengan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan bertatap muka dengan ribuan simpatisan Golkar serta anak yatim piatu.

“Kita perlu perkenalkan Golkar ke semua orang. Terobosan pertama dilakukan di Istora Senayan dengan mengundang 30 ribu anak yatim. Kedua di Depok, Jawa Barat dengan 10 ribu anak yatim. Nanti di Monas akan ada 50 ribu golongan muda,” kata Novanto kepada pers di Jakarta, Rabu (03/8).

Selain itu, Novanto juga gencar mempersiapkan kadernya menghadapi pilkada dengan menghadiri musyawarah daerah (musda) Golkar. Dia meminta para ketua DPD Golkar untuk membuat banyak program pengembangan partai ke depannya.

“Sebagai ketua DPD Golkar yang akan melakukan program ke depan, tentu harus membawa perubahan dengan membuat program yang semakin baik bagi rakyat dan juga pro rakyat. Yang penting bagaimana melakukan konsolidasi bukan hanya dilakukan DPD II tapi sampai kecamatan dan kelurahan,” ujar Novanto.

Menurut mantan Ketua DPR RI itu, setelah perpecahan yang sempat mendera Golkar, rekonsiliasi sangat penting. Dan kini tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam partai, semuanya sudah menjadi keluarga besar Partai Golkar.

“Tidak ada kebangkitan tanpa konsolidasi, tidak ada menang tanpa keberhasilan konsolidasi. Partai Golkar sedang melakukan transformasi menjadi partai modern dan kuat, sehingga siap kembali merebut kejayaan Golkar,” kata Novanto.

Untuk itu, Novanto menginstruksikan agar musda di tingkat provinsi dilaksanakan paling lambat bulan September tahun ini. Sedangkan musda tingkat kabupaten/kota dilaksanakan paling lambat pada Oktober 2016. “Saya bersyukur di Bekasi dan Kota Bogor sudah Musda terlebih dahulu. Ini mesti dicontoh,” pintanya.

Novanto juga menyinggung soal peran media sebagai pengawal dan pengantar informasi partai. Karena itu, ia memerintahkan semua kader harus bersahabat dengan media. “Kekuatan partai tak lepas dari kerja sama dengan media. Ini medsos (media sosial) penting,” katanya.

Dia jelaskan, pihaknya telah menggelar Rapimnas Partai Golkar dengan mengundang Presiden Joko Widodo dan menteri kabinet kerja. Saat itu, hadir pula Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

“Kita sudah deklarasikan bahwa Partai Golkar resmi mencalonkan Jokowi di Pilres 2019 nanti. Alasannya, program Jokowi menyentuh kesejahteraan rakyat. Visi kabinet Jokowi yakni nawacita sejalan dengan program Golkar yakni Kesejehteraan 2045,” pungkasnya. (fas/aen/dil/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses