Eksepsi Ditolak, Sidang Penggelapan Dilanjutkan

Eksepsi Ditolak, Sidang Penggelapan Dilanjutkan
Terdakwa Zella saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Jumat (15/7).
Posted by:

RIVAI – Sidang penggelapan yang diduga dilakukan Zella Zainab (20) dipastikan terus berlanjut. Itu karena eksepsi yang diutarakan pihak Zella ditolak majelis hakim yang diketuai Purwadi SH MH. Beberapa waktu lalu.

Usai memutuskan sidang dilanjutkan, majelis hakim meminta jaksa penuntut umum untuk memanggil saksi yang dinilai mengetahui perbuatan perempuan berparas manis tersebut. Sidang keterangan saksi diagendakan digelar pada pekan depan.

Dalam putusan sela, hakim menilai, seluruh dakwaan jaksa sudah jelas akan tindak pidana yang dilakukan Zella. Menurut pihak Zella, seperti yang tertera dalam kertas eksepsi, dakwaan jaksa tidak jelas karena tidak ada pernyataan yang mengarahkan apa sebenarnya tindak pidana yang sudah dilakukannya.

Terdakwa yang tinggal di Jalan Mayor Zen Lorong Jaya Usaha Kelurahan Sei Selayur Kalidoni Palembang ini menambahkan, dakwaan terhadapnya juga tak jelas. Dengan demikian, pernyataan pengacara terdakwa yang menilai identitas terdakwa tidak jelas tidaklah terbukti,” kata Purwadi.

Sebelumnya, M Faisal selaku jaksa mendakwa Zella dengan dua pasal sekaligus, yakni pasal 374 KUHP dan pasal 372 KUHP. Zella dijerat dua pasal itu karena diduga sudah menyelewengkan uang penjualan pakaian di toko tempat ia bekerja. Tak tanggung-tanggung, Zella dilaporkan sudah melarikan uang toko dengan total Rp 97,275 juta.Uang bisa dengan jumlah sebanyak itu, Faisal melanjutkan, dikarenakan Zella sudah melakukan penggelapan diduga sejak Juli 2015 hingga Maret 2016.

Dari data yang tercatat di komputer toko, perempuan yang diberi jabatan sebagai supervisor sekaligus petugas kasir di Toko Zepper Point PTC Mall milik Distie Fitriana ini sudah melakukannya sebanyak 541 kali. Dimana per harinya ada tiga penjualan yang uang pembayaran dia gelapkan.

“Terdakwa melakukannya dengan cara mengganti nota penjualan baru dengan nota penjualan yang lama, sementara uang yang dibayarkan pembeli ia bawa pulang. Hal ini diketahui dari CCTV dan data yang tercatat di komputer,” kata Faisal, dalam berkas dakwaanya.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses