Empat Rumah Dinas PT KAI Dikosongkan

Empat Rumah Dinas PT KAI Dikosongkan
Posted by:

Palembang – Lantaran habis masa kontrak pada 31 Maret 2012, maka Rabu (13/8), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Sumsel melakukan pengosongan terhadap empat bangunan rumah dinas yang berada di Jalan Talang Semut, dan Jalan Diponegoro, Palembang.
“Sebelum pengosongan dilakukan, kami dari PT KAI Divre III sudah memberikan surat peringatan ke penghuni sebanyak tiga kali. Dan terakhir kami ajukan pada 26 Juli lalu, sedangkan sampai saat ini dari para penghuni rumah tersebut belum juga mengosongkannya,” kata Manager Humasda PT KAI (Persero) Divre III Rapino Situmorang, disela-sela proses pengosongan rumah, Rabu (13/8).
Bahkan dijelaskan Rapino, rumah yang selama ini dihuni dan dikontrak oleh (Alm) Muhammad Ulir, dan istrinya yang juga sudah meninggal, oleh anak almarhum tidak disewa lagi. Terlebih lagi, yang menghuni bukan pensiunan PT KAI. “Penghuni yang lain sudah tidak punya hak lagi atas rumah ini. Sebab bukan pensiuan dari PT KAI. Dan rumah ini sendiri ditempati oleh delapan orang yang merupakan anak, menantu, dan cucu dari pensiunan,” tegasnya.
Selain rumah ini, diakuinya, masih ada tiga rumah yang merupakan aset dari PT KAI (Persero) Divre III yang juga akan dikosongkan. “Langkah ini untuk menertibkan aset yang dimiliki PT KAI. Dan nantinya akan diberikan kepada pegawai PT KAI juga. Dan tiga rumah lagi hari ini (kemarin) juga segera kami kosongkan,” bebernya lugas.
Proses pengosongan yang dilakukan oleh PT KAI yang telah mengerahkan puluhan personel gabungan dari pihak Polsuska, TNI-Polri sempat mendapat penolakan dari istri penghuni rumah, Yuniarti yang mempertanyakan alasan dari pengosongan rumah yang telah dianggapnya kurang manusiawi itu. “Saya bingung, kenapa rumah ini bisa dikosongkan. Dan saya juga minta kejelasan dari pihak PT KAI untuk rumah ini. Karena berdasarkan PP, rumah dinas dan rumah negara tidak bisa disewakan. Selain itu, juga perlu kejelasan besaran sewa rumah ini. Karena, ini kami huni bersama dengan adik ipar. Apa seperti ini sikap para pejabat di PT KAI,” terangnya.
Sementara itu, Gunawan, penghuni rumah juga menyesalkan sikap arogan dari PT KAI (persero) Divre III karena telah mengosongkan rumah tersebut. Sebab menurutnya, keluarganya baru menerima satu surat peringatan dari PT KAI. “Selama ini, kami baru terima surat peringatan satu kali. Itu juga pada tahun 2012. Dan memang kami tidak bayar sewa rumah karena sibuk dan mengurus kakak yang mengalami gangguan kejiwaan. Seharusnya, kalau memang akan dikosong dengan cara baik-baik. Rabu (06/8) memang sempat ada yang datang meminta agar rumah ini segera dikosongkan. Dan hari Senin (11/8) kami datang ke PT KAI, tahu-tahu hari ini (kemarin,red) rumah yang kami huni ini diminta untuk segera dikosongkan,” tegasnya.
Safawi, salah satu pensiunan PT KAI tahun 2013 mengungkapkan, pasca pensiuan dari PT KAI, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT KAI terkait sewa atau kontrak rumah dinas ini. Selain di Jalan Talang Semut yang memiliki sekitar 30 rumah dinas, masih ada lagi beberapa lokasi di Kota Palembang bangunan yang jadi aset dari PT KAI. “Saya juga sewa rumah dinas, dan sewa disesuaikan dengan bangunan yang ditempati. Saya rasa apa yang telah dilakukan oleh PT KAI masih bisa dikoordinasikan. Kami sayangkan saja, dengan sistem komersialisasi semua aset, hal ini malah disewakan. Padahal, ini bisa solusi bagi pegawai atau juga keluarga pegawai yang belum punya rumah. Namun bagaimanapun hal ini sudah jadi kebijakan perusahaan pasca tidak lagi menjadi perusahaan atau pegawai negeri,” terangnya.
Ketua Serikat Pekerja PT KAI (SPKA) Divre III Irfan mengungkapkan, Divre III yang bisa tercover oleh aset PT KAI hanya 20 persen. Dan jumlah aset yang dimiliki saat ini tidak bisa mencukupi kebutuhan perumahan bagi pegawai yang masih aktif. “Saat ini, pegawai aktif saja masih banyak yang belum memiliki rumah. Dan yang dilakukan ini hanya optimalisasi aset dari PT KAI. Sehingga bisa perumahan atau aset PT KAI bisa dimanfaatkan oleh pegawai yang masih aktif. Saya sendiri saja sampai saat ini masih belum punya rumah. Namun memang, ini dilakukan dengan sistem sewa yang langsung dipotong dari gaji bulan yang diterima,” tukasnya. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses