Enam Tahun Dicabuli Kakek

Enam Tahun Dicabuli Kakek
Mawar ditemani bibi, dan kakeknya, saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (24/05). Foto Agus/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Malang benar nasib remaja perempuan sebut saja namanya Mawar (15). Pasalnya, gadis belia yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini, sudah enam tahun diduga dicabuli oleh kakeknya sendiri berinisial BY (70).

Tak terima dengan perbuatan tersebut, Mawar ditemani bibi dan kakek dari sebelah ibunya, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, guna melaporkan kejadian ini pada Selasa (24/5), sekitar pukul 13.00 WIB.

Diceritakan Mawar, perbuatan tak senonoh dilakukan kakeknya tersebut terjadi sejak dirinya berusia sembilan tahun, hingga menginjak usianya lima belas tahun. “Pertama kakek melakukan itu sejak aku berusia sembilan tahun. Waktu
itu kakek menarik saya ke dapur, dan melepaskan celana saya, langsung memegang kemaluan saya,” kata Mawar saat melapor di SPKT Polda Sumsel.

Setelah melakukan itu, sambung Mawar, sang kakek mengancamnya, agar tidak menceritakan hal itu kepada siapa-siapa. “Kalau berani menceritakan, kakek mengancam akan mengusir saya dari rumah, serta akan membunuh saya,” sambung dia.

Tidak hanya sekali melakukan perbuatan tak senonoh tersebut, kakek yang seharusnya menjadi teladan bagi Mawar, melakukan hal tersebut berkali-kali. “Kakek tidak hanya memegang kemaluan saya, tetapi memasukan kemaluannya ke kemaluan saya,” jelasnya.

Masih dikatakannya, sesudah melakukan perbuatan itu, sang kakek memberikan uang Rp 10 – 20 ribu, agar dirinya
tidak menceritakan perbuatannya kepada siapa-siapa. “Saya sudah tidak tahan lagi digituin sama kakek. Makanya, saya cerita
dengan tetangga soal kejadian ini. Terus saya cerita dengan bibi saya juga,” ujarnya.

Sementara itu, BN selaku bibi korban menemani Mawar melaporkan kasusnya ke SPKT Polda Sumsel mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari tetangganya yang bercerita kepada dirinya bahwa Mawar menceritakan perbuatan yang menimpanya kepada tetangganya.

“Mendengar hal itu saya langsung terkejut, dan langsung bertanya kepada keponakan saya (Mawar). Keponakan saya menceritakan hal yang menimpanya kepada saya. Makanya, saya langsung mengajaknya ke sini (Polda Sumsel), untuk melaporkan perbuatan kakeknya tersebut,” ucapnya.

Dia menambahkan, BY merupakan kakek kandung korban dari sebelah ayahnya, dan Mawar tinggal bersama kakeknya sejak kecil. Sebab Mawar sudah menjadi yatim piatu ini, tinggal di rumah kakeknya di Jalan Taqwa Mata Merah, hanya bertiga, yakni dirinya bersama kakek beserta neneknya. (cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses