FDR Masuk Agenda Indonesia

FDR Masuk Agenda Indonesia
Posted by:

MUARADUA –
Festival Danau Ranau (FDR) 2019 bisa jadi surpraise bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten OKU Selatan. Ini seiring janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbup) Muhadjir Effendy, yang menjadikan pagelaran Festival Budaya FDR di Danau Ranau, OKU Selatan (OKUS), masuk agenda pemerintah pusat RI.
Janji ini disampaikan Mendikbud, pada saat Wakil Bupati OKU Selatan, Sholehien Abuasir SP, M Si menghadiri penyerahan Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Rabu (29/8/18).
Tentu ini menjadi kesempatan emas untuk mengerek naik kepariwisataan di OKUS semakin melejit ke tingkat nasional. Karena bagaimanapun, pelaksanaan pagelaran budaya suku asli OKUS tidak terpisahkan dengan pariwisata. Bukan hanya pelaksanan yang dipusatkan di tempat wisata, pelaksanaan FDR juga diselenggarakan Pemkab di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten.
FDR jika benar terealisasi menjadi agenda pemerintah pusat, akan mendatangkan banyak manfaat (multy effek) untuk daerah dan masyarakat bumi serasan seandanan. Besar kemungkinan jumlah kunjungan wisatawan dari berbagai provinsi akan meningkat. Termasuk asset Bandara sebagai penunjang pariwisata yang sejak lama terbengkalai, bisa jadi upaya revitalisai akan dilakukan percepatan oleh pemerintah pusat.
“Ini adalah wujud dari keseriusan kita membangun kebudayaan dengan dukungan pariwisata, untuk tetap menjaga budaya asli yang ada di OKU Selatan,” ujar Wakil Bupati Sholehien Abuasir SP Msi mengungkapkan keoptimisannya.
Dikatakan Wabup, kegiatan FDR ini menjadi pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan, untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.
Wabup Sholehien juga menjelaskan, pada tahun 2018, Indonesia melakukan pendukungan untuk 9 festival seni budaya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas, pusat kebudayaan/kedutaan asing serta swasta dalam berbagai bentuk kolaborasi.
Dengan disahkannya UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan muncul kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjanjikan Festival Danau Ranau bakal di masukan dalam Agenda Indonesiana pada tahun 2019 yang akan datang. Karena Festival Danau Ranau sebenarnya Festival Budaya, yang menampilkan budaya yang berasal 6 suku asli yang ada di OKU Selatan.Terutama sastra lisan seperti Tahdut, Warahan, Hiring-Hiring, hingga Seni Gitar Tunggal.
Penyerahan dokumen PPKD diwakili dari 4 Daerah, yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim, Wakil Bupati Bandung, I Ketut Suiasa dan Wakil Bupati OKU Selatan, Sholehien Abuasir.
Sebelumnya, Wakil Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Darmawan SE M Si, mengadakan audiensi dengan Dirjen Kebudayaan, Hilman Farid, untuk menjelaskan secara rinci kegiatan Festival Danau Ranau, yang telah dilaksanakan selama ini.
Sementara itu Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan, Festival Budaya yang menampilkan sastra daerah ini akan menjadi lebih meriah, bila diadakan di area wisata Danau Ranau yang mulai terkenal, sebagai destinasi wisata yang alami dan indah di Indonesia, maka untuk itu kegiatan ini akan di masukan ke agenda indonesi pada tahun mendatang.

Menurutnya, jika sudah didaftarkan di dalam agenda indonesia maka festival danau ranau akan semakin di dukung semua kalangan, dan akan semakin memajukan seni budaya yang di selenggarakan di Danau Ranau.
“Kami janji program festival danau ranau ini akan kami masukkan ke agenda indonesia untuk menunjang kemajuan wisata danau ranau sehingga mampu mendunia,” ucapnya. (res)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses