Fenomena Tik Tok Dikaji PII Palembang

Fenomena Tik Tok Dikaji PII Palembang
Posted by:

PALEMBANG – Puluhan siswa/i dari berbagai sekolah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti Leadership Basic Training, yang diselenggarakan Pengurus Daerah (PD) Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Palembang 3 sampai 9 Juni 2018. Pasalnya dalam pelatihan siswa/i, mereka mendapatkan berbagai ilmu kepemimpinan serta berdiskusi terkait yang sedang viral saat ini.
Ketua Umum PD PII Palembang Yusuf Wicaksono disela penutupan Leadership Basic Training mengatakan sebagai pemuda, tentu banyk isu yang sedang terjadi salah satunya yang dibahas berkenaan dengan Aplikasi Tik Tok yang menyorot perhatian generasi muda terutama Anak Baru Gede (ABG). Dalam diskusi ini, PD PII Kota Palembang mengapresiasi positif atas pencekalan aplikasi oleh Pemerintah. Sebab, pemanfaatan aplikasi tidak pantas dalam adab Islam dikarenakan banyak digunakan oleh ABG. “Tik Tok memang menjadi salah satu yang dibahas oleh peserta Leadership Basic Training. Mereka menilai Tik Tok harus diblokir karena dalam adab Islam kurang pantas. Selain Tik Tok, kami juga menyorot penyebaran berita hoax sebagai imbas dari penggunakan teknologi yang tidak benar,” katanya
Ia menjelaskan, metode pembelajaran selama mengikuti pelatihan dengan menggunakan kelompok diskusi. Dalam setiap kelompok, para peserta memilih isu terkini yang akan menjadi bahan untuk didiskusikan. Dari sini, para peserta akan mengetahui pemanfaatan ilmu yang diperoleh dari isu tersebut. “Dalam setiap kelompok kita bagi peserta berkisar 15-18 orang dengan satu instruktur. Mulai dari isu hingga pembahasan kita serahkan kepada peserta. Dengan harapan, wawasan akan bertambah,” jelasnya.
Beberapa bidang yang dibahas dalam Leadership Basic Training seperti kepemimpinan, pemahaman agama, sosial, ekonomi, teknologi dan lainnnya. “Para peserta jumlahnya ada 72 orang, mereka berasal dari Palembang, Lubuklinggau, OKU, OKI, OI dan Banyuasin,” ungkapnya.
Sementara itu, Alumni PII Haris Basid mengapresiasi baik kegiatan Leadership Basic Training. Pelatihan ini bisa memberikan pemahaman kepada siswa terkait perkembangan isu yang ada. “Pada prinsipnya, pelatihan ini sebagai regenerasi untuk siswa yang tergabung dalam PII. Lancarnya kegiatan training, lancar juga regenerasi PII, begitu pun sebaliknya. Oleh sebab itulah kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses