Gadaikan SK Beli Narkoba

Gadaikan SK Beli Narkoba
Posted by:

Peredaran narkoba sudah menyebar luas. Bukan hanya dikalangan masyarakat tapi juga merambah kalangan birokrat seperti aparatur sipil Negara (ASN). Bahkan, tak jarang saat sedang bekerja oknum ASN tertangkap narkoba.
Satuan Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten OKU, berhasil meringkus seorang bandar dan dua pemuja narkoba jenis sabu, Selasa (20/3/18) sekitar pukul 10.30 WIB.
Ketiga pelaku, Rachmad Saleh bertindak sebagai bandar sabu. Kemudian Anthoni Putra Wijaya oknum ASN serta Andi Ramadona oknum honorer di Dinas Pertanian OKU.
Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 8,18 gram sabu, handphone, uang Rp100 ribu, timbangan digital, bong, korek api dan pirek dari tangan bandar Rachmad Saleh warga Kemelak Bandung Langit.
Kapolres OKU, AKBP Dra NAK Widayana Sulandari didampingi Kasat Narkoba AKP Widhi SIk saat menggelar konferensi pers mengatakan, jika awal mula penangkapan ketiga tersangka didapat dari laporan masyarakat mengatakan, jika di rumah pelaku Rachmad Saleh sering dijadikan tempat pesta narkoba.
“Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Sat Narkoba melakukan penggerebekan. Sehingga didapati 3 orang pelaku sedang melakukan pesta narkoba,” terang Kapolres.
Kapolres membenarkan, salah satu dari ketiga tersangka adalah ASN. “Saat ini untuk kedua oknum tersebut masih dilakukan penyelidikan bagaimana keterlibatan dengan Rachmad Saleh pengedar narkoba yang ditangkap berbarangan dengan kedua oknum tersebut,” lanjut Kapolres.
Kapolres mengatakan, Rachmad Saleh, bandar narkoba dijerat pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 UU narkoba nomor 35 tahun 2009 ancaman seumur hidup.
Sementara, dua orang oknum PNS dan honorer di Dinas Pertanian OKU masih dalam penyelidikan. Namun untuk hukumannya maksimal 20 tahun penjara.
Sementara, Sekda OKU Dr Drs H Achmad Tarmizi SE MT Msi dikonfirmasi mengatakan, dirinya baru mengetahui hal tersebut.
Namun, mantan Kepala Dinas Pendidikan OKU ini mengaku, setiap ASN yang terlibat narkoba tidak akan ada tolerir. “Silakan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Tarmizi.
Terkait statusnya ASN, Tarmizi menegaskan, pihaknya tinggal menunggu putusan Pengadilan. “Kita lihat dulu putusan Pengadilan, kalau sanksi pasti kita berikan,” pungkas Tarmizi.
Disisi lain, Anthoni Putra Wijaya oknum ASN yang tertangkap narkoba mengatakan, sabu baginya adalah semacam suplemen. Jika tidak mengkonsumsi akan mengalami lemah fisik dan pegal-pegal.
“Kalau makai sabu hidup ini tenang dan rileks. Aku jugo baru setahun ini jadi pencandu, duet buat beli narkoba dari minjem bank, gadaike SK,”pungkasnya. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses