Gaduh Pemilih Jelang Pemilu

Gaduh Pemilih Jelang Pemilu
Posted by:
PAGARALAM –Suasana politik jelang Pemilihan Umum 2019 menjadi gaduh. Ini karena adanya temuan pemilih ganda di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ada juga orang yang meninggal tapi ‘dipaksa’ untuk memilih.

Jari telunjuk Rahmat Qori Setiawan Amd mengarah ke layar monitor komputer jinjing yang sedang dibuka seorang operator KPU kemarin. “Ini salahsatu contohnya,” ucap komisioner Divisi Program dan Data ini. Di layar monitor tertera ada dua pemilih yang nama, nomor identitas kependudukan (NIK), Nomor Kepala Keluarga (NKK) dan alamat yang sama. Pemilih semacam itu kemudian dinyatakan KPU sebagai data ganda.

Di monitor juga tertera pemilih dinyatakan ganda karena NIK-nya sama walau namanya berbeda. Jumlah pemilih sebangsa ini tidak hanya satu saja. Berdasarkan hasil penelusuran dan pelacakan di lapangan, KPU menemukan sebanyak 1. 917 pemilih ganda! “Yang paling banyak pemilih ganda di kecamatan Pagaralam Selatan, Pagaralam Utara. Yang paling sedikit di Dempo Utara,” sebut Qori.

Selain itu KPU juga masih menemukan adanya pemilih yang telah meninggal dunia ada di dalam DPT. Namun Qori memastikan, jumlah pemilih yang telah meninggal dunia ini tak sebanyak dengan yang ganda. “Paling hanya satu dua saja,” kata Qori. Adanya pemilih ganda dan ‘hantu’ ini membuat suasana politik baik di Pagaralam maupun nasional menjadi gaduh. Sebabnya, temuan ini baru diumumkan setelah DPT ditetapkan. Meskipun berada di daerah, KPU Kota Pagaralam tak urung jadi sorotan.

Pada mulanya adalah Bawaslu. Lembaga ini menemukan ada 907 pemilih ganda yang tercantum dalam DPT Pemilu 2019 di Pagaralam. “Kami melacak dengan menggunakan cara manual dan faktual,” ucap Edy Budi Ahmadi SE, ketua Bawaslu Kota Pagaralam tentang cara pelacakan pemilig ganda di DPT Pemilu 2019 Pagaralam.

Bawaslu lantas melaporkan temuan itu kepada KPU Kota Pagaralam. Dipimpin Qori, jajaran KPU, PPK dan PPS bergerak melakukan pencermatan sekaligus pelacakan langsung ke lapangan. Hasilnya, KPU menemukan jumlah pemilih ganda dengan jumlah melebihi dari laporan Bawaslu. Perbedaan data ini justru disambut disambut baik Bawaslu Pagaralam. “Yang aneh itu kalau data dari KPU itu lebih sedikit dari temuan kami. Kalau lebih, itu artinya KPU bekerja,” ucap Edy, ditemui di kantor KPU.

Maka, dalam rapat antara KPU dan Bawaslu serta Parpol di kantor KPU kemarin, jumlah final pemilih ganda disepakati sebanyak 1.1917 mata pilih. Ketua KPU Kota Pagaralam, Boy Arcan SE menyebutkan jumlah pemilih ganda tersebut sudah final. “Bawaslu sudah sepakat dengan temuan kami. Parpol juga tidak mempermasalahkan,” ucapnya.

KPU-Bawaslu juga bersepakat untuk menghapus data ganda ini. Bagaimana menghapusnya? Kata Qori, data 1.917 pemilih ganda tidak semua dihapus. Musababnya, data ganda itu sejatinya adalah milik satu orang. Kalau dihapus semua, ujarnya, maka data seluruhnya terhapus, hilanglah hak pilih orang itu.

Penghapusan data dijelaskan Qori dilakukan dengan cara membagi dua terlebih dahulu jumlah pemilih ganda tersebut. Dengan demikian, dari 1.917 pemilih ganda yang akan dihapus sebanyak 956 mata pilih. “Kami berani menghapus setelah ngecek di lapangan. Kalau datanya sudah pasti salah, ya dihapus,” ucapnya.

Penghapusan juga akan dilaksanakan untuk pemilih yang telah meninggal dunia. Qori menyebutkan, begitu menemukan ada pemilih yang meninggal dunia pihaknya akan langsung mencoretnya dalam DPT. “Kerjanya sekaligus. Yang ganda dan meninggal dunia langsung dihapus,” tegasnya. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses