Gagal Panen, Cabe Merah Meroket

Gagal Panen, Cabe Merah Meroket
Pedagang di PTM Prabumulih, mengakui harga cabe kembali meroket. Foto abu/Palembang Pos
Posted by:

PRABUMULIH – Setelah sempat turun harga menjadi Rp20 ribu/Kg. Kini, harga cabe merah di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Prabumulih, kembali meroket alias melonjak.

Tak tanggung-tanggung, harga cabe naik 2 kali lipat menjadi Rp40 ribu sampai Rp50 ribu/Kg. “Memang minggu lalu, sempat normal Rp20 ribu. Tapi awal minggu ini, naek lagi. Sekitar 3 hari hargo cabe naek,” ujar Frans, pedagang cabe di PTM Prabumulih.

Frans mengatakan, naiknya harga lantaran sejumlah petani di Pulau Jawa mengalami gagal panen, lantaran cuaca. Akibatnya, pasokan cabe dipasar berkurang. “Kalau informasi yang kami dapat, banyak gagal panen,” ungkap Frans.

Minimnya pasokan cabai dari distributor asal J tersebut, memaksa pedagang beralih mengambil cabe dari petani lokal. “Cabe sekarang dari Prabumulih inilah samo dari Muara Enim dari Sindur samo Pangkul,” bebernya.

Mahalnya harga cabe, membuat sejumlah pedagang enggan menyetok cabe dalam jumlah besar. Pasalnya, khawatir cabe tak laku sehingga busuk dan merugi. “Kalu biaso ngambek sampai 20 kg, harga sekarang cuma berani ngambek sekitar 5 kg. Sebab yang beli jugo berkurang sejak hargo naik,” tuturnya.

Senada, Heni pedagang cabe lainnya mengatakan, naiknya harga cabe membuat pendapatan berkurang. “Jauh nian nurun pendapatan kami, turun 50 persen lebih. Penyebabnya, pembeli paling-paling cukup untuk sekali masak bae,” tuturnya. (abu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses