Gampangnye Senjata Meletus

Gampangnye Senjata Meletus
Jenazah korban dibawa ke kamar mayat RS Bhayangkara untuk diotopsi
Posted by:

AKSI main tembak berujung maut berbuntut panjang. Kantor PTPN 7 (persero) Unit Usaha Betung Krawo, Jumat (20/10) sekitar pukul 11.30 WIB, dirusak dan dibakar massa diduga warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung.

Tewasnya, Zulkarnaen kesehariannya petani karet jelas menunjukkan masih murahnya nyawa manusia hanya alasan tepergok mencuri sawit.

Aksi massa diduga berkaitan dengan aksi penembakan yang dilakukan oknum TNI terhadap Zulkarnain warga Desa Lubuk Karet, sehari sebelumnya.

Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aset negara tersebut. Namun sampai Minggu (22/10), suasana yang mencekam sudah berubah menjadi kondusif aman dan terkendali.

Dari informasi, pengrusakan terjadi karena massa tidak terima dengan cara kematian Zulkarnain tersebut. Kemudian warga secara spontan berkumpul untuk mendatangi kantor Afdeling 1 PTPN 7 Unit Usaha Betung Krawo.

Sampai di tempat kejadian, massa yang sudah emosi itu tanpa aba-aba langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran kantor Afdeling 1 PTPN 7 Unit Usaha Betung Krawo. Sedangkan para karyawan kantor afdeling 1 PTPN 7 Unit Usaha Betung Krawo pasca kejadian sudah dievakuasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Sekarang sudah kondusif, namun petugas keamanan masih melakukan penjagaan di Kantor PTPN 7 Kerawo. Untuk kronologis kami belum bisa sampaikan karena anggota masih bekerja dilapangan, intinya masih lidik,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem Sik melalui Kasubbag Humas AKP Ery Yusdi, kemarin.

Sebelumnya, Kadir (27), adik ipar Zulkarnain mengatakan, sebelum meninggal korban sempat pamit dengan istrinya, Misrianti, mau pergi mancing pada Kamis (19/10/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban pergi berdua dengan rekannya, inisial D, menuju ke wilayah perkebunan sawit yang lokasinya sekitar 2 km dari kediaman korban.

Setiba di lokasi, keduanya berpencar untuk mencari kodok sebagai umpan pancing. Saat nyari kodok itu, terdengar suara tembakan.

‘’Ternyata kakak ipar aku ditembak aparat pakai senjata laras panjang. Jumlahnya ada 10 orang,” kata Kadir yang juga dapat cerita dari pengakuan warga dan rekan korban, D.

Dari pengakuan D juga, dikatakan Kadir, kalau sewaktu kejadian dia mendengar suara tembakan hanya satu kali. Sementara dari pengakuan warga sekitar, menyebutkan kalau suara tembakannya ada dua kali.

“Waktu itu, D langsung lari karena takut,” ungkapnya didampingi istri korban yang tampak masih shock dan enggan berkomentar.
Dikatakan, setelah itu korban diantar aparat ke Puskesmas terdekat. Namun saat diperiksa petugas medis tidak ditemukan proyektil peluru, yang ada hanya luka menganga sebesar biji salak di paha kanan bagian dalam.
Selebihnya, tidak ada luka ataupun lebam di tubuh korban. “Terus kakak ipar aku ini dibawa ke RS Bhayangkara, semalam (19/10/2017) jam 21.30 WIB,” ungkapnya.

Menurut Kadir, sepengetahuannya korban tidak ada masalah, karena kesehariannya bekerja sebagai penyadap karet.’’ Nyadap di kebun sendiri,” ucapnya.

Paman korban, Raswan menambahkan memang dari cerita beredar keponakannya tersebut pamit ingin mancing di rawa-rawa di sekitar kawasan PTPN.

Namun kalaupun memang benar, korban merupakan pelaku pencurian disebutkannya tidak mesti dibunuh. “Korban dianggap curi sawit dengan D, sekarang D itu ada di dusun dan tidak berlari ke mana-mana. Dia telpon saya siap memberikan kesaksian,” ujarnya.
(adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses