Geram Tuntut Perbup BTA

Geram Tuntut Perbup BTA
Posted by:

BANYUASIN – Puluhan pemuda tergabung dalam Rakyat Mengaji (Geram) menggelar unjuk rasa dihalaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (12/2/18) kemarin. Mereka menuding Bupati Banyuasin Ir SA Supriono MM tidak peduli pendidikan agama Islam, Pasalnya sampai saat ini Pemkab Banyuasin belum menerbitkan Peraturan bupati (Perbup) Baca Tulis Alquran (BTA). Padahal Perda tersebut sudah dibahas oleh DPRD Banyuasin.

Massa yang terdiri gabungan ormas Islam yakni IPNU, PP Himba, BKPRMI, GP Ansor/Banser, PD GPII, PP Muhammadiyah dan FPI Banyuasin menyebut jika Pemda Banyuasin tidak peduli dengan pendidikan agama. Buktinya, perda yang dibuat dari tahun 2014 belum juga ada perbupnya.

“Kami melihat Pemda Banyuasin tidak signifikan dalam memberikan support terhadap pendidikan agama. Buktinya sudah empat tahun bupati belum juga membuat perbup sebagai turunan dari Perda no 15 tahun 2014,” kata Koordinator aksi Ahmad Syaiful Arif.

Sementara itu, Sekum BKPRMI Banyuasin Amri mengaku prihatin dengan kondisi para pemuda Banyuasin. Dimana generasi muda sudah rusak dengan narkoba, pergaulan bebas dan lainnya. “Setidaknya dengan adanya perda BTA diterapkan di Banyuasin dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ujar dia.

Dijelaskan dia, TK/TPA di Banyuasin tidak mendapat support dari Pemda Banyuasin. Namun TK TPA di desa desa masih tetap tegak eksis mendidik generasi penerus bangsa. “Guru TK TPA sama sekali tidak ada di gaji dari Pemda Banyuasin, tapi kami tidak menuntut itu,” teriak dia.

Selain itu, Ketua Himba Banyuasin Panji meminta Bupati Banyuasin segera mengeluarkan Perbup BTA. “Kami juga meminta Bupati Banyuasin untuk mengevaluasi kinerja Kabag Kesra yang tidak dapat menyelesaikan persoalan tentang Perda BTA. Kami juga meminta DPRD Banyuasin untuk memberikan dukungan moral kepada Bupati Banyuasin untuk segera mengeluarkan Perbup BTA,” harap dia.

Aksi unjuk rasa mendapat tanggapan dari Asisten II Setda Banyuasin Rislani A Ghafar. Rislani menyebut akan menyampaikan tuntutan masa ini ke Bupati Banyuasin. “Saya mewakili Pemda Banyuasin akan menyampaikan tuntutan ke Bupati sebagai pengambilan kebijakan. Semoga perbup yang menjadi harapan masyarakat dapat segera direalisasikan,” ujar dia.

Usai menyampaikan aspirasi di gedung Bupati Banyuasin, puluhan massa bergerak menuju kantor DPRD Banyuasin. Mereka mendesak DPRD segera memanggil Kabag Kesra Setda Banyuasin, untuk segera membuat perbup sebagai turunan dari Perda no 15 tahun 2014.

Kedatangan massa ini mendapat tanggapan dari Wakil Rakyat dari komisi IV DPRD Banyuasin yakni Syamsul Rizal dan Ansyori serta Sekwan DPRD Banyuasin Konar Zuber. Mereka berjanji akan memanggil Kabag Kesra untuk menerbitkan perbup sebagaimana tuntutan itu.

“Kami di dewan sudah lama menunggu bupati untuk menerbitkan perbup itu. Adanya aksi ini akan menjadi energi kami. Jadi secepatnya kami akan panggil kabag Kesra untuk menerbitkan perbup ini. Tentunya perda ini wajib diterapkan di Banyuasin,” ujar Syamsul Rizal dan Ansyori didampingi Sekwan DPRD Banyuasin Konar Zuber. (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses