Giliran Disnaker Akan Panggil Subkon PT WK

Giliran Disnaker Akan Panggil Subkon PT WK
Posted by:

Kematian Korban Belum Dilaporkan

Muara Enim, Palembang Pos.-
Setelah Komisi IV DPRD Muara Enim bakal memanggil manajemen PT Waskita Karya (PT WK), dan perusahaan subkontraktornya PT Citra Mandiri Abadi (PT CMA), kini giliran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muara Enim, akan memanggil manajemen PT CMA.
Soalnya perusahaan tersebut belum melaporkan kasus tewasnya salah seorang pekerjanya bernama Madri (18), warga Kota Palembang, yang tertimbun tanah longsor, ketika melakukan pekerjaan membuat lubang terowongan pemasangan pipa induk, yang terjadi Sabtu (25/1), sekitar pukul 16.00 WIB.
“Sampai sekarang pihak perusahaan belum memberikan laporan terkait kasus kecelakaan kerja tersebut. Seharusnya perusahaan memberikan laporan kepada kita. Untuk itu sesuai informasi yang telah kami dapat, maka kami akan memanggil manajemen PT CMA selaku perusahaan yang mempekerjakan korban, untuk diminta klarifikasinya,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muara Enim Ali Rahman, Senin (27/1).
Menurutnya, sesuai informasi yang diterimanya, bahwa kejadian itu murni kecelakaan kerja. Untuk itu pihaknya perlu meminta klarifikasi kepada manajemen perusahaan, apakah korban telah dimasukkan menjadi peserta Jamsostek apa belum. ‘’Jika belum dimasukkan Jamsostek, tentunya melanggar ketentuan UU ketenagakerjaan. Ini akan kita cek dulu,” jelasnya.
Pihaknya juga ingin mengetahui apakah korban yang meninggal ketika melaksanakan pekerjaannya dilengkapi alat safety atau tidak. “Kita akan melakukan pengecekan apakah perusahaan itu terdaftar atau tidak di Dinas Tenaga Kerja. Jika tidak terdaftar, ini tambah repot lagi. Seharusnya walaupun dia perusahaan dari luar, ya tetap melapor ke Disnaker,” jelasnya.
Sementara Direktur PDAM Lematang Enim Muara Enim Puryadi,  belum juga berhasil dikonfirmasi untuk diminta klarifikasinya soal kasus tersebut. Setiap kali dihubungi ponselnya dalam kondisi aktif, tetapi selalu dimatikan. Bahkan ketika disampaikan pesan singkat SMS ke nomor Handphonenya, tidak dibalas.
Terpisah, Pengurus Serikat Buruh Bersatu Muara Enim (SBBM) mendesak Komisi IV DPRD Muara Enim, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muara Enim, supaya secepatnya memanggil manajemen PT CMA. “Desakan yang kita lakukan sebagai bentuk solidaritas kepada pekerja, walaupun pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja tersebut bukan anggota organisasi kami,” tegas Westi Mayundra.
Menurutnya, Dinas Tenaga Kerja patut menanyakan kepada manajemen periusahaan, apakah perusahaan tersebut dalam mempekerjakan pekerjanya sudah memenuhi prosedur maupun standar K3 atau belum. Karena pekerjaan itu beresiko tinggi. Selain itu apakah pekerja itu sudah memenuhi ketentuan UU ketenagakerjaan apa belum.
‘’Jaminan apa saja yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Terutama hak-hak pekerja tersebut. Karena kita khawatir, perusahaan hanya sekadar memberikan bantuan sosial kematian saja kepada pekerja tersebut. Bukan memberikan hak-hak yang harus didapatkannya,” tegas Westi. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses