Gudang Kayu Sebabkan Warga Sakit, Pol PP Terkejut dan Segera Cek Lokasi

Gudang Kayu Sebabkan Warga Sakit, Pol PP Terkejut dan Segera Cek Lokasi
Posted by:

Palembang-Sebuah gudang kayu di Jalan Taman Murni Lr Harapan Kelurahan Alang-alang (AAL) Lebar Kecamatan AAL kini bermasalah. Tidak memiliki izin dari pihak kelurahan Alang-alang Lebar berdasarkan notulen rapat Lurah AAL tertanggal 20 Maret 2017, pihak Trantib Kecamatan AAL hari ini berencana turun langsung.
Pantauan wartawan di lokasi, gudang kayu tersebut berada di sebuah lahan kosong milik Idris. Lahan tersebut disewakan kepada Slamet, pemilik Depot Kayu Doa Ibu II. Oleh Slamet, lahan itu dijadikan gudang penampungan sementara kayu miliknya.
Lurah AAL Bambang ketika dikonfirmasi membenarkan keberadaan gudang kayu itu. “Namun saya baru menjabat sebagai Lurah AAL dalam beberapa minggu, nanti akan koordinasi terlebih dahulu dengan Lurah yang lama,” katanya.
Ditambahkan Kasi Trantib Kelurahan AAL Hairil AMD, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Trantib Kecamatan AAL untuk persoalan ini. Namun dirinya berjanji akan segera mengecek lokasi untuk mengetahui persoalan sebenarnya.
Hairil tidak menampik berdasarkan notulen rapat Lurah AAL tertanggal 20 Maret 2017 ada sejumlah keputusan untuk dicarikan solusi, namun belum terealisasi hingga saat ini. Dalam notulen itu juga disebutkan izin usaha Depot Doa Ibu II lengkap, namun untuk izin gudang kayu memang tidak ada karena sifatnya hanya sementara.
“Itu benar sesuai yang ada di notulen rapat,” tegas Hairil.
Slamet ketika dikonfirmasi menyatakan telah menyewa lahan kepada Idris selama 2 tahun kepada Idris sejak Februari 2017 dengan biaya Rp 3,5 juta pertahun. “Itu hanya sementara untuk bongkar saja. Saya tidak merasa ganggu, jadi tidak perlu izin. Karena saya sudah sewa lahan. Kalau mau saya pindah, ganti uang sewanya,” imbuhnya.
Sementara Erlangga, warga setempat mengaku sangat terganggu dengan keberadaan gudang kayu itu. Dirinya menjelaskan sama sekali tidak ada perasaan iri atas usaha Slamet, namun murni terganggu karena polusi suara.
“Bongkar muat itu sudah kurang lebih 8 tahun. Selama itu istri saya mengalami gangguan tidur, soalnya kaca rumah bergetar karena aktivitas bongkar muat kayu. Anak saya yang homechooling juga terganggu belajarnya. Saya tidak ingin menyetop usaha, mohon pengertiannya untuk pindah saja,” ulasnya.
Terpisah Kasi Trantib AAL Ali Bharata SE terkejut mendapat informasi ini. “Namun kita cek dulu kebenarannya. Saya konfirmasi dulu ke Kelurahan. Besok (hari ini) langsung cek ke lapangan,” pungkasnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses