Gunawati Koko Thamrin Melawan

Gunawati Koko Thamrin Melawan
Posted by:

PALEMBANG – Gunawati Kokoh Thamrin, Direktur Utama Perseroan PT Indo Citra Mulia melawan atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polresta Palembang berdasarkan surat Nomor : Sp.Dik/4209-a/XII/2017/RESKRIM tanggal 27 Desember 2017 sehingga melakukan upaya praperadilan ke pengadilan Negeri Klas I A Palembang.
Sidang digelar Rabu (14/02/18) dengan hakim tunggal, Efrata Happy Tarigan SH MH dan Panitera Pengganti Tumrap Raharjo. Termohon dalam hal ini diwakili kuasa hukum dari Polda Sumsel, yakni AKBP Amran Rudi, Kompol Iwan Wahyudi CS membantah semua permohonan yang dimohonkan termohon.
Sebab menurutnya, penetapan termohon sebagai tersangka sudah sesuai pasal 1 butir 14,butir 24 butir 26,butir 27 dan butir 28 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1991 tentang KUHAP dan Perkap Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana pasal 1 butir 10,11,12,13 dan butir16 yaitu diduga keras melakukan tindak pidana melanggar pasal 46 (1) Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002.
Selain itu, proses hukum penanganan perkara ini termohon telah melakukan penyelidikan tanggal 10 Maret 2017. Selanjutnya mengeluarkan surat penyidikan tanggal 31 Oktober 2017 serta telah memeriksa sekitar 17 saksi atas perkara dugaan tindak pidana ini. Kemudian, akibat proyek pembangunan Hotel Ibis yang dilakukan PT ICM.
Pihak PT SBA mengalami kerugian harta benda berupa amblas, longsor, penurunan struktur tanah yang mengakibatkan kemiringan tanah menyebabkan robohnya pagar tembok keretakan jalan dan keretakan tanah milik PT SBA.
Selanjutnya, memohon kepada hakim yang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara ini untuk. Menolak secara keseluruhan permohonan pra-pradilan dari Gunawati Kokoh Thamrin. Menyatakan surat panggilan atas nama Gunawati sah menurut hukum serta menghukum pemohon untuk membayar biaya perkara.
Kuasa hukum termohon T Triyanto SH CN mengatakan, semua kerusakan sudah ditanggulangi oleh kontraktor sehingga penyidik menyasar ke pemilik proyek dan menetapkan Gunawati Kokoh Thamrin sebagai tersangka.
Padahal pemilik proyek tidak ada urusan dengan pengerjaan proyek tapi berkaitan dengan ijin dan semua ijin sudah dimiliki secara legal.
Pihaknya mengurus semua persyaratan tekhnis untuk mendapatkan IMB jadi mau alasan apa lagi ada penetapan tersangka terhadal klien kami.Objek permohonan pemohon berupa penetapan tersangka pemohon.Berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor :Sp.Dik/4209-a/XII/2017/RESKRIM tanggal 27 Desember 2017.
“Dalam pendirian bangunan pemohon sudah mengantongi legalitas berupa IMB yang sah dan bangunan gedung belum selesai sehingga penetapan pemohon sebagai tersangka tidak sah,” kata Triyanto. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses